Astra Otoparts (AUTO) Raup Laba Rp558,9 Miliar hingga Maret 2026
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp558,9 miliar pada kuartal I-2026.
IDXChannel - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp558,9 miliar pada kuartal I-2026. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 10,6 persen dibandingkan dengan Rp505,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring capaian itu, pendapatan AUTO pada kuartal I-2026 mencapai Rp5,3 triliun, meningkat 7,4 persen dibandingkan dengan Rp4,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, pertumbuhan ini didukung oleh permintaan pasar aftermarket maupun original equipment manufacturer (OEM), serta kontribusi ekspor yang stabil.
Menurutnya, pencapaian kinerja pada kuartal I-2026 ini mencerminkan ketahanan bisnis Perseroan yang ditopang oleh portofolio produk yang terdiversifikasi dan jaringan distribusi yang luas.
“Perseroan memulai tahun 2026 dengan kinerja yang resilien, di tengah dinamika industri otomotif. Pertumbuhan pada kuartal I-2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp23,6 triliun, meningkat 4,2 persen dibandingkan dengan Rp22,6 triliun periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 3,1 persen menjadi Rp17,5 triliun.
"Menunjukkan struktur keuangan yang tetap solid dalam mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi usaha secara berkelanjutan," kata dia.
Segmen manufaktur mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,7 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 2,5 persen dibandingkan dengan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan OEM, khususnya pada segmen kendaraan roda dua, dan penguatan portofolio produk perseroan yang memberikan kontribusi berkelanjutan, baik roda dua maupun roda empat.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, kata Yusak, perseroan terus memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts sebagai bagian dari strategi untuk merespons transformasi industri otomotif. Selain komponen xEV, perseroan juga memproduksi mesin pengisian daya kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan merek ALTRO.
Yusak menyampaikan, perseroan terus mendorong diversifikasi bisnis ke industri nonotomotif seperti alat kesehatan, komponen alat berat, dan kebutuhan industri lainnya. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur bisnis perseroan dalam jangka panjang, sehingga lebih resilien dalam menghadapi dinamika pasar secara berkelanjutan.
Sementara itu di segmen perdagangan, AUTO mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 13,1 persen dibandingkan dengan Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat maupun penambahan jaringan distribusi dan ritel perseroan.
Pertumbuhan segmen perdagangan juga didorong oleh meningkatnya permintaan seiring adanya libur Lebaran pada pada Maret 2026, yang mendorong aktivitas servis dan penggantian komponen kendaraan baik roda empat maupun roda dua guna memastikan kesiapan perjalanan mudik dan arus balik.
Seiring dengan hal tersebut juga terjadi peningkatan aktivitas pada jaringan bengkel dan retailer merespons lonjakan permintaan dari pelanggan, sehingga mendorong pertumbuhan penjualan di jaringan distribusi perseroan.
Kinerja segmen perdagangan didukung oleh jaringan distribusi melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15 ribu toko suku cadang di seluruh Indonesia. Selain itu, perseroan juga terus memperkuat gerai ritel modern untuk melayani pelanggan akhir.
Hingga kuartal I-2026, AUTO mengoperasikan 659 gerai modern ritel, mencakup 43 gerai Astra Otoservice, tujuh gerai Super Shop & Drive, 410 gerai Shop & Drive, 90 gerai Shop & Bike, serta 109 gerai Motoquick.
Untuk memperluas akses pasar, kata Yusak, perseroan juga mengembangkan platform www.astraotoshop.com yang melayani segmen business to business bagi mitra usaha serta business to consumer bagi pelanggan akhir.
"Melalui kanal business to consumer, pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara online dan memanfaatkan jaringan gerai offline perseroan untuk layanan pemasangan maupun penggantian," ujarnya.
Dalam mendukung transisi menuju era elektrifikasi, perseroan turut mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower yang hingga kuartal I-2026 telah mengoperasikan 69 unit di 59 lokasi di Indonesia, untuk meningkatkan peran perseroan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Ke depan, ujar Yusak, perseroan akan terus menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026 melalui pengembangan portofolio produk, penguatan jaringan distribusi dan penambahan gerai ritel modern, serta ekspansi baik di pasar domestik maupun ekspor.
(Dhera Arizona)