B50 Indonesia dan El Nino Berpotensi Kerek Harga CPO pada Semester II 2026
Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan menguat pada paruh kedua 2026, didorong oleh kebijakan biodiesel Indonesia.
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan menguat pada paruh kedua 2026, didorong oleh kebijakan biodiesel Indonesia, potensi cuaca kering akibat El Nino, serta tingginya harga minyak nabati pesaing.
Analis Maybank Investment Bank Ong Chee Ting mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, Kamis (11/6/2026), implementasi program biodiesel B50 di Indonesia, yang mewajibkan campuran 50 persen berbasis minyak sawit, berpotensi meningkatkan permintaan domestik dan menopang harga CPO.
Selain itu, kebijakan ekspor baru serta risiko El Nino yang lebih kuat juga diperkirakan memengaruhi dinamika pasar sawit pada semester II 2026.
Menurut Ong, data pengiriman pada awal Juni menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Namun, curah hujan yang berada di bawah normal dan kemungkinan munculnya El Nino dapat menekan produksi tandan buah segar (TBS) dalam beberapa bulan mendatang, sehingga berpotensi mendorong harga minyak sawit lebih tinggi.
Meski demikian, Maybank masih mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor perkebunan Asia Tenggara.
Pandangan serupa disampaikan analis CGS International Jacquelyn Yow dan Prem Jearajasingam.
Mereka memperkirakan harga CPO menguat pada paruh kedua tahun ini, didukung risiko El Nino yang berpotensi mengganggu produksi serta tingginya harga minyak kedelai dan minyak rapeseed yang terdorong oleh meningkatnya konsumsi biofuel global.
CGS juga memperkirakan persediaan minyak sawit akan menurun pada Juni. Penurunan stok didukung oleh berkurangnya pasokan ekspor dari Indonesia serta meningkatnya konsumsi domestik melalui program biodiesel B12 di Malaysia.
Sejalan dengan prospek tersebut, CGS mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perkebunan Malaysia. (Aldo Fernando)