Bayan Sangkal Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN hingga JARR-TEBE Rontok
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan Jhonlin Group milik Haji Isam dibuka jatuh pada Rabu (19/8/2026).
IDXChannel – Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan Jhonlin Group milik Haji Isam dibuka jatuh pada Rabu (19/8/2026), setelah Bayan menegaskan belum mengetahui adanya rencana akuisisi saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.07 WIB, saham BYAN jatuh 12,45 persen ke Rp15.125 per unit, dengan nilai transaksi Rp15,90 miliar. Dengan ini, reli tajam sejak Sabtu (15/8), otomatis terputus.
Saham-saham yang terafiliasi Haji Isam juga tergelincir. Sebut saja, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang merosot 11,55 persen ke Rp2.220 per unit, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) jatuh 13,70 persen, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melorot 12,26 persen.
Sebelumnya, pihak BYAN buka suara mengenai rumor akuisisi saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.
Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Agustus 2026, Bayan menyatakan hingga saat ini tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana informasi yang beredar di media.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan penjelasan BEI terkait pemberitaan mengenai rumor akuisisi Bayan oleh Jhonlin Group.
“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut,” tulis manajemen Bayan.
Meski demikian, Bayan menyebut pemegang saham pengendali perseroan dari waktu ke waktu dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Bayan.
Terkait kabar bahwa Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya berencana mengambil alih sekitar 62,2 persen saham Bayan, perseroan juga menegaskan belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut.
Bayan juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi yang disebut dalam rumor tersebut.
Perseroan pun belum mengetahui porsi saham yang akan dialihkan maupun nilai transaksi apabila aksi tersebut benar-benar dilakukan.
Dengan belum adanya transaksi yang dapat dikonfirmasi, Bayan menyebut belum dapat memberikan penjelasan mengenai potensi perubahan pengendalian perseroan.
Perseroan juga menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan akibat informasi tersebut. Bayan menilai hal itu lantaran belum terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan.
Selain isu akuisisi, Bayan menyatakan hingga 18 Agustus 2026 tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.
Bayan menegaskan akan tetap memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan ketentuan BEI, termasuk kewajiban menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik.
Sebelumnya, rumor tersebut mencuat setelah sebuah media daring melaporkan bahwa Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).
Haji Isam dirumorkan tengah bersiap mengambil alih sekitar 62 persen saham perusahaan tambang batu bara tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana transaksi tersebut.
Saat dikonfirmasi IDXChannel, pada Sabtu (15/8) pekan lalu, salah satu pihak di lingkungan Jhonlin Group enggan memberikan tanggapan terkait rumor akuisisi saham BYAN. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.