MARKET NEWS

BEI Bakal Tampilkan Status Afiliasi Pemegang Saham di Atas 1 Persen

Iqbal Dwi Purnama 10/08/2026 22:01 WIB

BEI akan menampilkan kolom informasi terkait status afiliasi pemegang saham di atas 1 persen dalam data kepemilikan saham emiten.

BEI Bakal Tampilkan Status Afiliasi Pemegang Saham di Atas 1 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menampilkan kolom informasi terkait status afiliasi pemegang saham di atas 1 persen dalam data kepemilikan saham emiten. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari peningkatan integritas dan transparansi pasar modal yang tercakup dalam agenda transformasi. 

Sehingga, investor bisa mendapatkan informasi yang lebih luas terhadap profil kepemilikan saham pada sebuah emiten.

"Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1 persen ini terafiliasi atau tidak terafiliasi. Sehingga publik akan lebih mudah menggunakan data tersebut," ujarnya dalam acara puncak peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).

Adapun saat ini, BEI baru sebatas menampilkan data kepemilikan saham di atas 1 persen terhadap sebuah emiten, namun belum menampilkan apakah kepemilikan tersebut terafiliasi dengan perusahaan atau tidak.

"Memang pada saat komunikasi yang pertama, kami hanya menyampaikan data terkait nama pemilik saham di atas 1 persen. Saat ini sudah kami tambahkan satu kolom informasi tipe investor dari pemilik saham di atas 1 persen tersebut, dan ini kami terus kembangkan," kata Jeffrey.

Kebijakan ini diambil bukan sekedar merespons apa yang sebelumnya menjadi sorotan penyedia indeks provider global terkait aspek transparansi pasar saham Indonesia. Namun, sekaligus mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, yakni kebutuhan akan aspek integritas di pasar modal.

Menurut Jeffrey, target yang dicanangkan agar bursa saham Indonesia setara dengan bursa-bursa global akan sulit dicapai jika transparansi dan integritas masih dipertanyakan oleh investor. Sebab pemilik modal utamanya akan mempertimbangkan kedua faktor tersebut sebelum menitipkan dananya di pasar modal.

"Secara kualitatif, pada 2030, Bursa Efek Indonesia harus menjadi bursa kelas dunia yang tentunya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia. Oleh sebab itu ada beberapa target yang akan kami tetapkan," kata Jeffrey.

Dia melanjutkan, beberapa target tersebut antara lain kapitalisasi pasar yang dicanangkan tembus Rp30 ribu triliun. Target transaksi harian ditargetkan Rp31 triliun, jumlah perusahaan tercatat dibidik lebih dari 1.100 perusahaan. 

"Kalau dengan kapitalisasi pasar Rp30 ribu triliun, tentu paling tidak lebih dari 83 persen dari PDB nasional kita. Tentu ini kita harus lakukan bersama, dan memerlukan koordinasi dengan OJK dan SRO, dan pelaku pasar," kata Jeffrey.

(NIA DEVIYANA)

SHARE