Bersama Mencapai Puncak (BAIK) Jawab Spekulasi Soal Akuisisi Investor Asing
langkah komunikasi ini juga sejalan dengan visi Perseroan yang memang ingin melebarkan sayap ke luar pasar domestik.
IDXChannel - Cukup massifnya aksi ekspansi yang dilakukan oleh PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dalam beberapa waktu terakhir membuat sejumlah spekulasi merebak di kalangan pelaku pasar.
Termasuk kabar atas ketertarikan investor asing untuk mengakuisisi mayoritas saham dari emiten yang menggeluti bisnis rantai pasok (supply chain) bahan baku bagi industri hotel, restoran dan cafe (HORECA) tersebut.
Menurut kabar yang beredar, salah satu ketertarikan tersebut datang dari pelaku bisnis makanan dan minuman global yang berbasis di Swiss, yaitu Nestle, yang disebut tengah membidik BAIK sebagai bentuk penguatan bisnisnya di pasar Indonesia.
"Terkait hal (akuisisi) itu, bisa kami sampaikan bahwa saat ini kami memang sedang melakukan penjajakan dengan beberapa pihak dari luar. Masih penjajakan, dan tentu hasil dan perkembangannya pasti akan kami update terus ke publik dan pemegang saham," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).
Menurut Nanang, upaya penjajakan tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari upaya BAIK dalam mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan strategis dengan melibatkan pihak eksternal Perseroan.
Tak hanya itu, langkah komunikasi ini juga sejalan dengan visi Perseroan yang memang ingin melebarkan sayap ke luar pasar domestik.
Upaya penguatan dan pelebaran sayap tersebut dilakukan melalui berbagai kolaborasi strategis, termasuk peluang ekspansi global. Namun, diakui Nanang bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang dapat diumumkan ke publik dan juga pemegang saham.
Langkah klarifikasi ini sengaja disampaikan Nanang sebagai bentuk kepatuhan Manajemen BAIK terhadap regulasi pasar modal, setelah sebelumnya sempat dipanggil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk dimintai keterangan terkait pergerakan saham dan rumor yang beredar liar di pasar.
"Kami dari Manajemen BAIK menegaskan komitmen untuk selalu patuh pada aturan pasar modal, menjaga transparansi tata kelola ekosistem logistiknya, dan akan segera merilis keterbukaan informasi jika terdapat perkembangan material lebih lanjut," ujar Nanang.
Hingga saat ini, Nanang menjelaskan, belum ada ikatan resmi dalam bentuk perjanjian hitam di atas putih maupun konfirmasi terkait kesepakatan akuisisi konkret dengan pihak mana pun, termasuk Nestlé Indonesia.
Di sisi lain, pelaku pasar menilai bahwa ketertarikan pihak luar sangat wajar mengingat BAIK tengah gencar membangun pabrik sterilisasi makanan berteknologi tinggi serta mengunci jaringan hulu ke hilir dari brand kolaborasi artis papan atas seperti Warung Taburai, Mami Nungky, hingga Lamak Rasa.
Dalam hal ini, Nanang juga mengimbau agar pelaku pasar dan investor untuk tetap rasional dan selalu mengacu pada pengumuman resmi di keterbukaan informasi BEI guna menghindari risiko volatilitas harga akibat spekulasi dini.
(taufan sukma)