BFI Finance (BFIN) Perpanjang Periode Buyback Saham, Siapkan Dana Rp100 Miliar
PT BFI Finance Tbk (BFIN) kembali memperpanjang periode pembelian kembali saham (share buyback) untuk tiga bulan ke depan.
IDXChannel - PT BFI Finance Tbk (BFIN) kembali memperpanjang periode pembelian kembali saham (share buyback) untuk tiga bulan ke depan. Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi mengatakan, perseroan menyiapkan dana maksimal Rp100 miliar untuk membeli saham BFIN di pasar reguler. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain terkait buyback saham.
"Pelaksanaan buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan," katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (20/2/2026).
Keputusan buyback saham akan dilakukan tanpa melalui skema Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini mengacu pada POJK 13/20023 dan Surat Edaran OJK No. S-102/D.04/2025 terkait kondisi pasar modal yang tengah dalam kondisi volatilitas tinggi hingga 17 Maret 2026.
BFI Finance akan melakukan buyback saham hingga tiga bulan ke depan, terhitung 23 Februari 2026. Aksi ini bisa dihentikan lebih cepat oleh perseroan dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku.
"Buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan," ujarnya.
Sebagai informasi, BFI Finance telah merealisasikan buyback saham sebesar Rp147,3 miliar dengan total saham yang dibeli mencapai 190 juta saham. Dengan demikian, harga rata-rata beli berada di angka Rp775, lebih tinggi dibandingkan harga saham BFIN di pasar reguler di level Rp740.
Perseroan terakhir kali membeli saham pada 31 Oktober 2025, sehingga hingga saat ini belum ada penambahan baru. Padahal, sisa dana buyback mencapai Rp352 miliar dari total anggaran yang disediakan sebesar Rp500 miliar.
Sementara itu, dana buyback yang disediakan saat ini dipangkas menjadi Rp100 miliar. Dengan realisasi buyback yang dilakukan, jumlah saham treasuri perseroan saat ini mencapai 1,26 persen dari total saham yang dikeluarkan.
(Rahmat Fiansyah)