MARKET NEWS

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen, Simak Gerak Saham Bank

TIM RISET IDX CHANNEL 19/08/2026 14:57 WIB

Saham bank besar cenderung menguat tipis pada lanjutan sesi II perdagangan Rabu (19/8/2026), seiring Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga.

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen, Simak Gerak Saham Bank. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham bank besar cenderung menguat tipis pada lanjutan sesi II perdagangan Rabu (19/8/2026), seiring Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.48 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,79 persen ke Rp6.350 per unit. Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mendaki 0,32 persen ke Rp3.090 per unit.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkerek 0,24 persen ke Rp4.160 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bergerak berlawanan arah dengan terkoreksi 0,56 persen ke Rp3.570 per saham.

Pergerakan saham bank tersebut terjadi di tengah koreksi pasar secara umum. Indeks sektor jasa keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,41 persen, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,63 persen ke level 6.409.

Bagi saham perbankan, arah kebijakan suku bunga menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati karena berpengaruh terhadap biaya dana, margin bunga bersih, hingga permintaan kredit.

Sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (19/8) siang. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.

Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Dengan demikian, BI telah mempertahankan tingkat suku bunga selama dua pertemuan berturut-turut.

Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, keputusan tersebut memperpanjang jeda setelah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif 100 basis poin (bps) pada Mei-Juni 2026, dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.

"Bagi IHSG, keputusan ini cenderung netral hingga positif bagi IHSG karena tidak terdapat hawkish surprise dan memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter domestik," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya, Rabu (19/8)/

Dengan BI Rate yang tetap, perhatian investor selanjutnya diperkirakan bergeser ke kebijakan stabilisasi rupiah dan perkembangan arus dana asing di pasar domestik.

Ruang pelonggaran moneter BI juga akan menjadi perhatian, terutama jika tekanan terhadap nilai tukar dan inflasi terus mereda. Kondisi tersebut berpotensi memberikan ruang bagi BI untuk kembali mempertimbangkan penurunan suku bunga ke depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE