MARKET NEWS

Bisnis Kendaraan Listrik Menantang, Ini Strategi Green Power (LABA)

Desi Angriani 07/01/2026 16:01 WIB

Bisnis motor listrik dan kendaraan listrik berkecepatan rendah cukup menantang pada 2025.

Bisnis Kendaraan Listrik Menantang, Ini Strategi Green Power (LABA) (Foto: dok Green Power)

IDXChannel - PT Green Power Group Tbk (LABA) mengungkapkan, bisnis motor listrik dan kendaraan listrik berkecepatan rendah cukup menantang pada 2025. 

Hal ini imbas tidak terealisasinya subsidi kendaraan listrik yang berdampak pada penurunan kinerja pasar secara keseluruhan. Untuk menjaga efisiensi biaya, LABA menerapkan strategi pasokan baterai secara kombinasi, yakni melalui kerja sama impor serta produksi dan perakitan di dalam negeri.

"Seiring dengan semakin lengkapnya rantai pasok hulu, biaya produksi baterai lithium di dalam negeri kini sudah semakin kompetitif dan tidak jauh berbeda dibandingkan dengan produk impor. Kondisi ini akan mendukung peningkatan TKDN sekaligus memperkuat daya saing produk perseroan," tulis manajemen dalam laporan public expose, Selasa (6/1/2026).

Manajemen menyebut, perencanaan bisnis LABA tetap diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah. Di mana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan sebanyak 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua mengaspal di Indonesia pada 2030. 

Namun, realisasi pasar belum sepenuhnya sesuai dengan target awal akibat dinamika pasar dan sejumlah faktor eksternal. Saat ini, bisnis inti perseroan tetap bertumpu pada perakitan baterai (battery pack) serta penerapannya. 

"Sejumlah proyek percontohan dan pengembangan bisnis yang dijalankan dinilai menunjukkan hasil yang cukup efektif," tutur manajemen. 

Lebih lanjut, lini bisnis cetakan (mould) yang sempat mengalami penurunan signifikan mulai pulih pada 2025. Anak usaha, PT Green Power Precision Indonesia kembali menerima pesanan bisnis cetakan, termasuk cetakan yang digunakan untuk kebutuhan kemasan baterai. 

Aktivitas ini turut memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk baterai perseroan.

Selain baterai, LABA juga mencatatkan potensi pendapatan dari lini bisnis lainnya, terutama melalui kerja sama dan proses pengajuan di sektor pertambangan tembaga. 

"Perseroan meyakini langkah ini akan membuka peluang pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi perusahaan terbuka ke depan," kata manajemen.

(DESI ANGRIANI)

SHARE