BMoney Catatkan AUM Rp6 Triliun per Mei 2026, Dikontribusi Nasabah High Net Worth Individual
Realisasi BMoney pada Mei 2026 telah melampaui target AUM yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun.
IDXChannel—Agen Penjual Reksa Dana (APER), BMoney (PT Buka Investasi Bersama), mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif pada paruh pertama 2026. BMoney melaporkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) di angka Rp6 triliun per Mei 2026.
Realisasi tersebut melampaui target AUM yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun, sekaligus melonjak signifikan dari posisi pada awal tahun yang berada di angka Rp3,8 triliun.
"Realisasi ini melampaui ekspektasi dan target awal kami. AUM kami sukses menembus rekor baru sebesar Rp6 triliun pada Mei lalu, didorong oleh performa tim yang solid dan tingginya kepercayaan nasabah," ujar Chief Executive Officer BMoney Anggananta Sebastian dalam acara BMoney 5th Anniversary Media Gathering di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Dia menganalogikan model bisnis BMoney layaknya supermarket investasi digital yang mengedukasi masyarakat secara transparan, independen, dan terkurasi. Platform ini telah mengantongi izin APER serta izin Mitra Perantara Pedagang Efek (MPPE) Level 2 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berbeda dengan mayoritas platform fintech wealth management retail yang bersaing ketat memperebutkan volume pengguna, BMoney mengambil ceruk pasar (niche market) yang berbeda melalui strategi segmentasi berjenjang.
Secara demografi, dari total 1 juta pengguna platform BMoney saat ini, sebanyak 90 persen di antaranya merupakan investor retail. Namun, jika dilihat dari sisi kontribusi nilai dana kelolaan (AUM), kondisinya justru berbalik 180 derajat.
"Dari sisi volume, 90 persen lebih memang investor ritel. Namun, secara nilai AUM, porsi 90 persen justru dikontribusikan oleh nasabah High Net Worth Individual (HNWI)," ungkap Angga kembali.
Untuk mengoptimalkan ceruk pasar premium ini, BMoney membagi layanan dalam tiga klaster utama, yaitu BMoney Retail untuk investasi end-to-end mandiri mulai dari Rp50.000 hingga Rp100 juta.
Lalu BMoney Premier untuk minimum penempatan dana Rp100 juta hingga Rp250 juta, dan BMoney Privilege untuk nasabah premium dengan saldo dana kelolaan minimum Rp1 miliar.
Demi memanjakan nasabah Privilege, perusahaan meluncurkan inovasi nonfinansial berupa One Stop Service, mulai dari fasilitas airport pick-up di 40 bandara domestik dan bandara internasional (seperti Haneda dan Narita di Jepang, Sydney, serta Singapura), layanan medical check-up, konsultan pajak, hingga kehadiran Relationship Manager (RM) khusus.
Perusahaan juga memperluas jaringan Private Lounge fisik untuk memfasilitasi pertemuan tatap muka dan market gathering di Jakarta dan Bandung, serta bersiap meresmikan cabang ketiga di Surabaya pada Juli-Agustus 2026.
Transformasi strategi bisnis ini membawa dampak positif bagi fundamental keuangan perusahaan. Setelah berhasil meraih EBITDA positif pertama kali pada Desember 2023, BMoney resmi mendeklarasikan status sebagai perusahaan yang mencetak laba bersih secara penuh (full-year positive EBITDA) di sepanjang 2025.
"Tahun ini kami menargetkan profitabilitas naik ke kisaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, dan memproyeksikan EBITDA positif melonjak ke Rp10 miliar hingga Rp20 miliar pada tahun depan. Untuk milestone AUM berikutnya, target kami adalah Rp10 triliun," tambah Angga, optimis.
Saat ini, BMoney telah berkolaborasi dengan 18 Manajer Investasi (MI) pilihan yang dikurasi secara ketat demi menjaga likuiditas nasabah.
Selain produk reksadana, platform ini juga menyediakan fitur switching instan, investasi emas digital via Treasury, serta transaksi saham dan obligasi (termasuk pasar perdana SBN seperti ORI dan Sukuk) melalui kemitraan dengan CGS International Sekuritas Indonesia.
(Eugenia Siregar)