MARKET NEWS

BRMS Bidik Produksi Emas 80 Ribu Oz pada 2026, Naik 11 Persen

Rahmat Fiansyah 17/03/2026 12:42 WIB

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membidik kenaikan produksi emas pada 2026 dengan target 80 ribu oz.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membidik kenaikan produksi emas pada 2026 dengan target 80 ribu oz. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membidik kenaikan produksi emas pada 2026, seiring dengan rencana perseroan mendongkrak produksi dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami menargetkan produksi emas sekitar 80.000 oz pada tahun 2026," kata Presiden Direktur PT Citra Palu Minerals, Damar Kusumanto dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Pada 2025, BRMS memproduksi 71.886 oz emas atau setara 2.236 kg. Capaian produksi ini meningkat 11 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 64.983 oz.

Namun, perseroan mencatat penurunan pada kadar bijih emas yang ditambang. Pada 2024, kadar bijih emas sebesar 1,54 gram per ton, sedangkan pada 2025 turun menjadi 1,44 gram per ton.

Damar menjelaskan, penurunan ini telah diantisipasi sebelumnya pada Oktober 2025 akibat operasi pushback yang berlangsung dari kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026.

"Setelah operasi pushback selesai, kami berharap dapat mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi dari area baru yang telah dibuka pada kuartal II 2026," katanya.

Presiden Direktur & CEO BRMS, Agus Projosasmito menambahkan, perseroan akan terus melakukan penggalian pada tambang baru, termasuk tambang bawah tanah (underground mining). Bahkan, pada 2027, diharapkan BRMS bisa memproduksi emas dengan bijih kadar jauh lebih tinggi.

"Kami menargetkan untuk mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi (3,5–4,9 gram per ton) dari tambang bawah tanah pada paruh kedua 2027. Hal ini kembali akan mendorong peningkatan produksi pada 2027 dan 2028," ujarnya.

Selain itu, kata Agus, perseroan saat ini juga tengah meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari. Peningkatan ini diharapkan dapat selesai pada kuartal IV-2026.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE