MARKET NEWS

BSDE Alokasikan Capex Rp1,84 Triliun, Mayoritas untuk Akuisisi Lahan

Desi Angriani 30/06/2026 18:44 WIB

Sekitar Rp1,45 triliun atau hampir 79 persen dari total capex akan dialokasikan untuk akuisisi lahan strategis.

BSDE Alokasikan Capex Rp1,84 Triliun, Mayoritas untuk Akuisisi Lahan (Foto: dok BSDE)

IDXChannel - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,84 triliun sepanjang 2026. 

Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk memperluas cadangan lahan guna mendukung pengembangan proyek-proyek perseroan di masa mendatang.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, sekitar Rp1,45 triliun atau hampir 79 persen dari total capex akan dialokasikan untuk akuisisi lahan strategis.

"Perseroan percaya bahwa fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, proyek-proyek unggulan, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat, akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkesinambungan," ujar Hermawan dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (30/6/2026).

Hingga kuartal I-2026, BSDE membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,37 triliun. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp277,6 miliar atau turun sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari segmen penjualan properti (development revenue) yang menyumbang sekitar 80 persen terhadap total pendapatan, sedangkan sisanya sekitar 20 persen berasal dari pendapatan berulang (recurring revenue).

Pendapatan dari segmen development revenue, khususnya properti komersial, tumbuh 14 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp743 miliar dari Rp650 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan tersebut ditopang oleh pengakuan penjualan sejumlah proyek ruko, antara lain West Village, Del Rey Business Townhouse, dan Cascade Studio Loft di BSD City.

Di sisi lain, pendapatan berulang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 20 persen secara tahunan menjadi Rp481 miliar dari Rp402 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja bisnis sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi, hingga jalan tol.

Secara khusus, pendapatan sewa meningkat 22 persen menjadi Rp283 miliar dibandingkan Rp233 miliar pada kuartal I-2025. Pertumbuhan tersebut berasal dari meningkatnya okupansi ruang perkantoran maupun pusat perbelanjaan yang dikelola perseroan.

Saat ini, BSDE mengelola sejumlah kawasan perkantoran premium di koridor Thamrin dan Sudirman, termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City. Perseroan juga mengoperasikan berbagai pusat ritel, seperti DP Mall Semarang, Aeon Mall Southgate, The Breeze, dan Q-Big BSD City.

Hermawan menilai, kinerja kuartal pertama tahun ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi sumber pendapatan yang dijalankan perseroan.

"Kuartal I-2026 memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan. Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial, serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja BSDE," ujarnya.

Dari sisi neraca, total aset BSDE meningkat menjadi Rp80,13 triliun pada akhir Maret 2026 dengan saldo kas dan setara kas Rp9,76 triliun.

(DESI ANGRIANI)

SHARE