MARKET NEWS

BSDE Cetak Laba Bersih Rp2,54 Triliun pada 2025, Terkoreksi Usai Cetak Rekor

Rahmat Fiansyah 08/03/2026 14:17 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencetak laba bersih sebesar Rp2,54 triliun pada 2025, terkoreksi 42 persen dari 2024.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencetak laba bersih sebesar Rp2,54 triliun pada 2025, terkoreksi 42 persen dari 2024. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencetak laba bersih sebesar Rp2,54 triliun pada 2025. Capaian ini lebih rendah 42 persen setelah pada 2024 meraih rekor laba tertinggi sepanjang masa Rp4,36 triliun.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (6/3/2026), BSDE merup pendapatan usaha sebesar Rp12,79 triliun, turun 7,2 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp13,8 triliun.

Porsi pendapatan perseroan dari pembangunan (development revenue) meningkat menjadi 86 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 84 persen. Sementara pendapatan berulang (recurring income) turun dari 16 persen menjadi 14 persen.

Sementara laba kotor BSDE juga turun 8 persen menjadi Rp8,1 triliun dengan EBITDA mencapai Rp4,8 triliun, anjlok hingga 28,3 persen secara tahunan. Margin EBITDA juga turun dari 48 persen menjadi 38 persen di 2025.

Laba bersih turun 42 persen menjadi Rp2,54 triliun. Margin laba bersih (net profit margin/NPM) juga turun dari 32 persen menjadi 20 persen imbas penurunan porsi recurring income. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) BSDE pada 2025 meningkat 15,2 persen menjadi Rp5,3 triliun.

Sepanjang 2025, BSDE mencatat angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun, sedikit lebih tinggi daripada target awal Rp10 triliun. Sementara jika dibandingkan dengan marketing sales 2024 yang sebesar Rp9,72 triliun, tumbuh 3 persen.

"Kondisi ini mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam," kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya.

Kontribusi marketing sales terbesar berasal dari segmen residensial sebesar Rp4,19 triliun atau 42 persen. Sementara itu, segmen komersial menyumbang 37 persen atau setara Rp3,73 triliun. Sisanya disumbang penjualan lahan ke pihak ketiga.

Proyek-proyek di BSD City mendominasi dengan kontribusi 69 persen dari total marketing sales. Capaian ini didukung sejumlah proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera ,The Armont Residences, Ennoa, Terravia, dan klaster terbaru, Vieraya.

Pada klaster terbaru ini, perseroan membangun 210 unit dengan rentang harga Rp1,4-Rp3,4 miliar. Adapun luas tanahnya berkisar antara 60-40 meter persegi.

Adapun sisanya berasal dari Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur. Kontribusi dari luar BSD City mencerminkan efektivitas strategis diversifikasi kawasan yang dijalankan perseroan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE