MARKET NEWS

Bukalapak (BUKA) Undur Batas Akhir Realisasi Sisa Dana IPO Rp4,3 Triliun

Rahmat Fiansyah 12/02/2026 06:00 WIB

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan penyesuaian tenggat waktu penyerapan dana hasil penawaran umum atau Initial Public Offering (IPO).

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan penyesuaian tenggat waktu penyerapan dana hasil penawaran umum (IPO). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan penyesuaian tenggat waktu penyerapan dana hasil penawaran umum atau Initial Public Offering (IPO).

Bukalapak awalnya menargetkan seluruh dana IPO bisa habis pada 31 Desember 2025. Namun, hingga batas waktu itu, perseroan hanya mampu menyerap Rp17,04 triliun atau setara 79,91 persen dari total dana IPO yang diperoleh sebesar Rp21,3 triliun.

"Setelah melakukan evaluasi terhadap jadwal dan target penyelesaian realisasi dana IPO, perseroan menetapkan penyesuaian target waktu penyelesaian realisasi sisa dana IPO menjadi sampai dengan tanggal 31 Desember 2025," kata Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi lewat keterbukaan informasi, Rabu (11/2/2026).

Fika memastikan realisasi dana IPO ke depan tetap mengacu pada peruntukan dana IPO yang telah diungkapkan sebelumnya.

Bukalapak melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021. Saat itu, Bukalapak meraup dana IPO setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp21,3 triliun. 

Sepanjang Oktober-Desember 2025, Bukalapak mempercepat penyerapan dana IPO hingga Rp3,19 triliun seiring keputusan perseroan mengubah rencana penggunaan dana IPO. Pada 30 September 2025, sisa dana IPO Bukapalak mencapai Rp7,47 triliun, sedangkan saat ini tersisa Rp4,3 triliun.

Sisa dana IPO terebut disimpan di deposito hingga SBN dengan tingkat bunga atau bagi hasil yang bervariasi antara 2,25-6,75 persen di luar giro yang memiliki bunga 0 persen.

Bukalapak misalnya, membuka deposito senilai Rp1,17 triliun di Bank BRI dengan bunga 5,25 persen. Kemudian ada juga giro dengan bunga 5 persen di Bank CIMB Niaga senilai Rp453,8 miliar. Adapun SBN rupiah, Bukalapak memiliki portofolio sebesar Rp900 miliar dengan bunga 2 persen.

Terkait masih adanya sisa dana IPO, Fika menegaskan, perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dan selektif, sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan modal dan likuiditas. Pendekatan ini mempertimbangkan kondisi usaha, prioritas pengembangan, serta dinamika ekonomi dan industri, dengan tujuan menjaga kualitas penggunaan dana dan keberlanjutan usaha perseroan.

Selain itu, kata dia, perseroan juga secara aktif terus menjajaki berbagai peluang pertumbuhan usaha dan potensi kerja sama. Namun hingga akhir periode pelaporan, peluang-peluang tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria strategis, finansial, dan profil risiko yang ditetapkan, sehingga realisasi Dana IPO ditunda sampai dengan terdapat peluang yang memenuhi kriteria tersebut.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE