Bukukan Pendapatan Rp2,29 Triliun, Mitratel (MTEL) Kantongi Laba RP545 Miliar
MTEL mengawali kinerja 2026 dengan hasil solid, seiring implementasi strategi ekspansi yang terarah untuk memperluas konektivitas digital di seluruh Indonesia.
IDXChannel - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), atau Mitratel, baru saja merilis hasil kinerjanya di tiga bulan pertama 2026 dengan perolehan pendapatan sebesar Rp2,29 triliun.
Capaian tersebut terhitung tumbuh tipis sebesar 1,4 persen dibanding realisasi pendapatan Perseroan pada periode sama tahun lalu, yang tercatat sebesar RP2,26 triliun.
Dari positifnya capaian pendapatan tersebut, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) itu berhasil menyisihkan laba bersih sebesar RP545 miliar, tumbuh sebesar 3,6 persen dibanding torehan laba pada triwulan I-2025 yang masih sebesar Rp526 miliar.
"Melalui capaian kinerja yang ada, kami terus mempertegas posisi sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan, sekaligus mendukung percepatan program Internet Rakyat melalui pengembangan solusi FWA (Fixed Wireless Access)," ujar Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko, dalam keterangan resminya, Jumat (1/5/2026).
Menurut Theodorus, pihaknya berhasil mengawali kinerja 2026 dengan hasil yang solid, seiring implementasi strategi ekspansi yang terarah untuk memperluas konektivitas digital di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Theodorus juga menyebut bahwa transformasi bisnis Perseroan sejauh ini tidak lagi terbatas pada pembangunan menara telekomunikasi. Dalam hal ini, MTEL kini mengembangkan model Next Generation TowerCo dengan memperluas layanan beyond tower yang terintegrasi.
Selain penguatan ekosistem FWA berbasis jaringan fiber optic, MTEL juga tengah fokus dalam memperkuat ekosistem layanan melalui usulan penambahan kegiatan usaha Power-as-a-Service (PaaS), sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
"Pengembangan ekosistem terintegrasi, termasuk FWA dan PaaS, merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional," ujar Theodorus.
Pendekatan ini disebut Theodorus tidak hanya menghadirkan akses internet yang berkualitas dan terjangkau, namun juga memastikan ketersediaan energi yang andal untuk mendukung operasional jaringan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
Dari sisi operasional, hingga triwulan I-2026 MTEL telah mengelola 40.327 menara, tumbuh 1,9 persen secara tahunan, dengan lebih dari 59 persen dari portofolio tersebut berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
"Hal ini mencerminkan fokus ekspansi kami yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap pemerataan infrastruktur nasional," ujar Theodorus.
Theodorus juga mengeklaim bahwa tingkat kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kolokasi sebesar 11,3 persen menjadi 23.006 unit, serta peningkatan tenancy ratio menjadi 1,57x yang menunjukkan semakin optimalnya produktivitas aset.
Di sisi lain, jaringan fiber optic Perseroan tumbuh signifikan sebesar 17,3 persen menjadi 72.842 km billable length, memperkuat peran Mitratel sebagai mitra utama dalam pengembangan Fiber-to-theTower (FTTT).
Dengan struktur permodalan yang sehat dan leverage yang terkendali, Theodorus memastikan bahwa pihaknya memiliki fleksibilitas yang memadai untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik yang selektif sepanjang tahun 2026.
"Ke depan, kami berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari akselerasi penggelaran jaringan 5G di Indonesia," ujar Theodorus.
Upaya densifikasi menara, penguatan fiberisasi, serta pengembangan layanan Power-as-a-Service menjadi fondasi penting dalam mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah yang menjadi karakteristik utama teknologi tersebut. Di sisi keberlanjutan, Mitratel juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dengan skor risiko ESG sebesar 18,8 atau dalam kategori risiko rendah dari Sustainalytics, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan kinerja ESG terdepan di Indonesia.
"Dengan fundamental yang kuat, skala aset yang luas, serta strategi yang terintegrasi, Mitratel optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan," ujar Theodorus.
(taufan sukma)