MARKET NEWS

BULL Diuntungkan Lonjakan Tarif Kapal, Kinerja 2026 Diproyeksi Melonjak

Desi Angriani 18/04/2026 13:32 WIB

BULL berada pada posisi strategis karena tidak memiliki eksposur langsung terhadap jalur kritis Selat Hormuz yang terdampak konflik.

BULL Diuntungkan Lonjakan Tarif Kapal, Kinerja 2026 Diproyeksi Melonjak (Foto: dok BULL)

IDXChannel - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) diproyeksi meraup untung dari lonjakan tarif sewa kapal (charter rate) di tengah konflik AS-Iran yang berdampak pada jalur pelayaran global.

Samuel Sekuritas menilai, BULL berada pada posisi strategis karena tidak memiliki eksposur langsung terhadap jalur kritis Selat Hormuz yang terdampak konflik. Kondisi ini membuat perseroan mampu memanfaatkan kenaikan tarif pengangkutan minyak.

Sebanyak 98 persen pendapatan kapal tanker minyak BULL berasal dari pasar spot freight, sehingga lonjakan tarif sewa berdampak signifikan terhadap kinerja. Pada Februari 2026, tarif sewa kapal jenis Aframax tercatat melonjak hingga USD105.000 per hari atau naik 222 persen secara tahunan.

Kondisi tersebut mendorong proyeksi kinerja yang agresif. Di mana pendapatan BULL pada 2026 diperkirakan mencapai USD434 juta atau tumbuh 193 persen secara tahunan, termasuk kontribusi sekitar USD51 juta dari bisnis LNG yang mulai dikembangkan.

Sementara itu, laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) diproyeksikan melonjak 269 persen menjadi USD179 juta. Bahkan, laba bersih diperkirakan tumbuh hingga 688 persen secara tahunan.

Di sisi ekspansi, BULL tengah memperkuat portofolio bisnis melalui penambahan armada, khususnya di segmen liquefied natural gas (LNG). Perseroan menargetkan memiliki lima kapal LNG pada 2026, dari sebelumnya sembilan kapal minyak dan gas.

Langkah ini telah dimulai dengan akuisisi satu kapal LNG pada Desember 2025 dan satu kapal tambahan pada kuartal I-2026. Perseroan juga berencana menambah tiga kapal LNG lagi pada paruh kedua 2026, dengan total belanja modal (capex) diperkirakan mencapai USD125 juta.

Selain ekspansi armada, BULL tengah menjajaki masuknya investor strategis melalui skema rights issue. Perseroan juga berencana menunjuk komisaris independen baru yang berafiliasi dengan Grup Sinarmas, sejalan dengan langkah grup tersebut memperluas bisnis pelayaran LNG global.

"Rekomendasi buy untuk saham BULL dengan target harga Rp700, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 43 persen dari posisi saat ini. Valuasi tersebut didukung oleh rasio EV/EBITDA 2026 sebesar 4,0 kali, atau sekitar 20% lebih murah dibandingkan perusahaan tanker sejenis," tulis Samuel Sekuritas, Jumat (16/4/2026).

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati, antara lain potensi penurunan tarif angkutan, kenaikan biaya operasional akibat konflik, serta realisasi ekspansi LNG yang lebih lambat dari perkiraan.

(DESI ANGRIANI)

SHARE