MARKET NEWS

Bursa Asia Anjlok, Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual Aset Berisiko

Desi Angriani 23/03/2026 10:22 WIB

Sentimen negatif dipicu oleh ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Teheran, yang mendorong investor keluar dari aset berisiko.

Bursa Asia Anjlok, Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual Aset Berisiko (Foto" dok AFP)

IDXChannel - Bursa saham Asia kompak melemah pada perdagangan Senin (23/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. 

Sentimen negatif dipicu oleh ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Teheran, yang mendorong investor keluar dari aset berisiko.

Melansir Investing, pasar Jepang dan Korea Selatan menjadi yang paling tertekan di kawasan. Indeks Nikkei 225 dan TOPIX masing-masing merosot antara 2,8 persen hingga 3,5 persen. Sementara itu, KOSPI anjlok hampir 5 persen, menjadikannya salah satu yang terburuk di Asia.

Tekanan terhadap Korea Selatan juga dipicu kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat setelah penunjukan Shin Hyun-seong sebagai Gubernur baru bank sentral. 

Pernyataannya sebelumnya yang cenderung hawkish terutama terkait inflasi dan kredit meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea dalam waktu dekat.

Sentimen pasar turut dibayangi lonjakan harga energi yang berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi dan membuat bank sentral semakin agresif. Harga minyak tetap tinggi dalam perdagangan Asia, memperkuat kekhawatiran tersebut.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Trump memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Jika tidak dipatuhi, AS mengancam akan menyerang infrastruktur energi vital Iran.

Iran merespons dengan ancaman serangan terhadap fasilitas energi dan air di kawasan Timur Tengah serta memperingatkan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika tekanan terus berlanjut. 

Konflik yang telah memasuki pekan keempat ini menunjukkan sedikit tanda mereda, dengan laporan serangan lanjutan di Iran dan Israel.

Di kawasan lain, indeks Hang Seng Index turun 3,1 persen, sementara CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing melemah sekitar 2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7 persen, sedangkan Straits Times Index melemah 1,8 persen. Kontrak berjangka Nifty 50 India juga turun 0,3 persen.

Pelemahan ini mengikuti tren negatif di Wall Street, yang telah mencatat empat pekan berturut-turut penurunan di tengah minimnya tanda de-eskalasi konflik. Kontrak berjangka S&P 500 juga tercatat turun 0,2 persen dalam perdagangan awal.

(DESI ANGRIANI)

SHARE