Bursa Asia Beragam saat Wall Street Menghijau
Mengutip dpa-AFX, saham Screen Holdings dan Tokyo Electron masing-masing naik hampir 4 persen, sementara saham Advantest melemah hampir 1 persen.
IDXChannel - Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Sejumlah indeks saham kawasan melanjutkan penguatan setelah Wall Street mencatat kenaikan kuat pada perdagangan sebelumnya.
Sementara sebagian pasar masih tertekan oleh pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak menguat tipis dengan naik 0,16 persen ke level 69.579,51. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 70.584,22, memperpanjang penguatan pada perdagangan Senin.
Penguatan Nikkei ditopang oleh kenaikan saham sektor teknologi dan keuangan.
Mengutip dpa-AFX, saham Screen Holdings dan Tokyo Electron masing-masing naik hampir 4 persen, sementara saham Advantest melemah hampir 1 persen.
Di sisi lain, tekanan datang dari sejumlah saham unggulan seperti SoftBank Group yang turun lebih dari 2 persen dan operator Uniqlo, Fast Retailing, yang terkoreksi 0,4 persen.
Sektor otomotif juga menjadi pemberat indeks. Saham Honda turun tipis 0,3 persen, sedangkan Toyota melemah lebih dari 2 persen.
Dari sisi ekonomi, produksi industri Jepang naik 0,5 persen secara bulanan pada Mei 2026, sama dengan pertumbuhan pada April.
Namun, angka tersebut masih di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 1,1 persen. Meski demikian, capaian tersebut menandai pertumbuhan produksi selama dua bulan berturut-turut.
Secara tahunan, produksi industri Jepang justru turun 1,7 persen setelah mencatat pertumbuhan 2 persen pada April.
Penurunan ini menjadi yang pertama dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran Jepang bertahan di level 2,5 persen pada Mei 2026, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan pasar.
Pergerakan pasar Asia lainnya juga cenderung bervariasi. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,39 persen, disusul ASX 200 Australia yang menguat 0,11 persen.
Sebaliknya, Shanghai Composite China melemah 0,32 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,33 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi 0,39 persen.
Sentimen positif kawasan masih mendapat dukungan dari Wall Street.
Pada perdagangan Senin, bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat tajam setelah sempat mengalami volatilitas di awal sesi.
Ketiga indeks utama berhasil ditutup lebih tinggi, dengan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan baru di atas 52.000.
Indeks Nasdaq Composite melonjak 522,53 poin atau 2,1 persen menjadi 25.820,14. S&P 500 naik 86,41 poin atau 1,2 persen ke 7.440,43, sedangkan Dow Jones bertambah 306,63 poin atau 0,6 persen menjadi 52.182,74. (Aldo Fernando)