MARKET NEWS

Bursa Asia Bergerak Mixed, Harga Minyak dan Kebijakan Moneter China Pengaruhi Pasar

Desi Angriani 20/03/2026 10:47 WIB

Indeks Kospi Korea Selatan (Korsel) mencatat kenaikan 0,5 persen dan berpotensi menguat lebih dari 5 persen secara mingguan,

Bursa Asia Bergerak Mixed, Harga Minyak dan Kebijakan Moneter China Pengaruhi Pasar (Foto: dok Asia Financial)

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak mixed pada perdagangan Jumat (20/3/2026), di tengah fluktuasi tajam harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah serta keputusan China yang mempertahankan suku bunga acuannya.

Melansir Investing, Indeks Kospi Korea Selatan (Korsel) mencatat kenaikan 0,5 persen dan berpotensi menguat lebih dari 5 persen secara mingguan, ditopang oleh penguatan saham sektor teknologi.

Sebaliknya, Straits Times Index melemah 0,3 persen, sementara S&P/ASX 200 turun tipis 0,2 persen. Pasar Jepang ditutup karena hari libur nasional. Di pasar lain, kontrak berjangka Nifty 50 India menguat 0,5 persen, mencerminkan sentimen yang relatif lebih positif.

Adapun sentimen pasar regional cenderung tidak menentu setelah penutupan negatif di Wall Street, yang dipicu kembali oleh kekhawatiran inflasi seiring kenaikan harga energi.

Meski demikian, kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) terpantau menguat selama sesi perdagangan Asia.

Pergerakan harga minyak menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar. Harga minyak sempat melonjak mendekati USD119 per barel pada Kamis (19/3/2026), dipicu kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Namun, harga kemudian terkoreksi setelah sebagian kekhawatiran mereda, dan kembali melemah pada perdagangan Asia.

Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan tekanan inflasi, terutama bagi negara-negara Asia yang merupakan importir energi utama.

Dari China, bank sentral kembali mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya 10 bulan berturut-turut. Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun ditahan di level 3 persen, sementara tenor lima tahun tetap di 3,50 persen, sesuai ekspektasi pasar.

Namun, indeks saham China cenderung melemah. Shanghai Composite turun 0,3 persen, sedangkan Hang Seng Index di Hong Kong terkoreksi 0,7 persen.

Dari sisi korporasi, saham Alibaba yang tercatat di Hong Kong anjlok sekitar 5 persen setelah perusahaan melaporkan penurunan laba akibat tingginya belanja dan melemahnya kinerja e-commerce.

(DESI ANGRIANI)

SHARE