Bursa Asia Melemah Terseret Kejatuhan Wall Street
Bursa saham Asia cenderung turun pada perdagangan Jumat (6/2/2026) pagi, seiring aksi jual saham teknologi di Wall Street.
IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung turun pada perdagangan Jumat (6/2/2026) pagi, seiring aksi jual saham teknologi di Wall Street.
Indeks Nikkei 225 turun 0,7 persen ke bawah level 53.500, sementara indeks Topix yang lebih luas juga melemah 0,7 persen ke posisi 3.626. Pelemahan ini memperpanjang koreksi dari sesi sebelumnya,
Melansir dari Trading Economics, kekhawatiran terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta potensi disrupsi terhadap perusahaan perangkat lunak menjadi pemicu tekanan pasar.
Aksi jual yang meluas di pasar logam dan mata uang kripto turut membebani sentimen risiko, mencerminkan proses deleveraging yang terjadi di berbagai pasar keuangan global.
Di Jepang, saham teknologi memimpin penurunan. Kioxia Holdings anjlok 5,6 persen, SoftBank Group melemah 1,7 persen, dan Advantest turun 3,5 persen.
Tekanan juga menjalar ke saham konsumer dan keuangan, termasuk Nintendo yang merosot 3,7 persen serta Mitsubishi UFJ yang turun 1,8 persen.
Pelaku pasar juga mencermati pemilihan anggota majelis rendah akhir pekan ini, di mana Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa diperkirakan meraih tambahan kursi dan mendorong kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di bawah Perdana Menteri Sane Takaichi.
Sementara itu, indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, turun 1,82 persen usai sempat jatuh lebih dari 3 persen.
Tekanan datang dari merosotnya saham teknologi AS yang membebani emiten semikonduktor lokal.
Pelemahan tersebut mengikuti penurunan tajam Wall Street semalam, dipicu kekhawatiran bahwa belanja modal terkait AI yang berlebihan dapat menekan profitabilitas dan valuasi saham-saham teknologi utama.
Pasar Korea yang sarat saham semikonduktor terpukul keras, dengan Samsung Electronics dan SK hynix masing-masing turun lebih dari 3 persen, seiring aksi jual besar-besaran oleh investor asing.
Tekanan semakin dalam akibat transaksi berbasis program, dengan mekanisme sell-side sidecar sempat terpicu pada perdagangan awal kontrak berjangka KOSPI 200.
Shanghai Composite juga turun 0,46 persen, Hang Seng Hong Kong merosot 1,67 persen, ASX 200 Australia tergerus 1,70 persen, dan STI Singapura terdepresiasi 0,60 persen.
Di AS, seluruh indeks saham utama bergerak turun tajam pada Kamis setelah kinerja yang bervariasi pada sesi sebelumnya.
Indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi memimpin pelemahan dan ditutup pada level terendah dalam lebih dari dua bulan.
Meski sempat memangkas sebagian kerugian, indeks-indeks utama tetap berakhir di zona merah.
Nasdaq anjlok 363,99 poin atau 1,6 persen ke level 22.540,59. Indeks S&P 500 turun 84,32 poin atau 1,2 persen ke 6.798,40, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 592,58 poin atau 1,2 persen ke posisi 48.908,72.
Tekanan pada saham teknologi berlanjut, dipicu anjloknya saham Qualcomm.
Saham pembuat chip tersebut ambles 8,5 persen setelah melaporkan kinerja kuartal fiskal pertama yang melampaui ekspektasi, namun memberikan panduan kinerja kuartal berjalan yang mengecewakan pasar. (Aldo Fernando)