Bursa Asia Menguat, Harapan Damai AS-Iran Redakan Lonjakan Minyak
Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah.
IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah dan turunnya harga minyak global.
Indeks utama Jepang, Nikkei 225, melonjak 2,53 persen ke 57.932,07, level tertinggi sejak awal konflik Iran.
Sementara itu, Topix naik 1,11 persen ke 3.764,26, didorong optimisme bahwa jalur pengiriman minyak akan kembali dibuka.
Sentimen positif muncul setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut, dikutip Reuters, adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran, termasuk potensi pembukaan kembali Selat Hormuz.
Hal ini langsung menekan harga minyak, dengan minyak mentah AS turun ke USD97,20 per barel dan Brent melemah ke USD97,93.
Kepala strategi ekuitas Nomura Securities, Maki Sawada, mengatakan meredanya ketegangan membuat fokus pasar mulai bergeser.
“Risiko tetap ada jika situasi kembali memburuk, namun dengan sentimen yang lebih tenang, perhatian akan beralih ke kinerja laba perusahaan Jepang yang diperkirakan mulai menguat,” ujarnya.
Penguatan juga terjadi di Korea Selatan. Indeks KOSPI melesat 3,16 persen ke 5.992,19, level tertinggi dalam enam pekan, ditopang harapan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Meski pembicaraan akhir pekan lalu belum menghasilkan terobosan, sejumlah sumber menyebut dialog antara kedua negara masih terus berlanjut.
Kondisi ini membuat pelaku pasar mulai kembali mengambil risiko, setelah tekanan jual asing sempat membayangi pada Maret lalu.
Di kawasan lain, penguatan juga terlihat lebih moderat. Indeks Hang Seng Index naik 0,41 persen, Shanghai Composite Index menguat 0,40 persen, S&P/ASX 200 bertambah 0,59 persen, dan Straits Times Index naik 0,43 persen. (Aldo Fernando)