Bursa Asia Menguat, Nikkei Jepang Tembus Rekor
Bursa Asia cenderung menguat pada awal pekan, Senin (27/4/2026), dipimpin lonjakan indeks Jepang yang mencetak rekor baru.
xIDXChannel - Bursa Asia cenderung menguat pada awal pekan, Senin (27/4/2026), dipimpin lonjakan indeks Jepang yang mencetak rekor baru di tengah optimisme kinerja emiten dan harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Indeks Nikkei 225 Index melonjak 1,38 persen ke level 60.540,57, sekaligus berpeluang menutup di atas level psikologis 60.000 untuk pertama kalinya.
Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, turut menguat 0,77 persen ke 3.745,37.
Penguatan ini sejalan dengan sentimen positif dari Wall Street, yang sebelumnya ditutup di level tertinggi sepanjang masa.
Lonjakan dipicu oleh kinerja solid Intel, yang melampaui ekspektasi berkat tingginya permintaan di sektor kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Reuters, Indeks Philadelphia SE Semiconductor Index bahkan memperpanjang reli ke rekor kenaikan 18 hari berturut-turut.
Di Jepang, saham teknologi industri menjadi motor utama penguatan. Keyence dan Fanuc masing-masing melonjak lebih dari 15 persen setelah melaporkan laba di atas ekspektasi pasar.
Strategis ekuitas Nomura Securities, Maki Sawada, mengatakan, dikutip Reuters, saham-saham berbasis kinerja keuangan serta sektor AI dan semikonduktor memimpin penguatan sejak awal perdagangan di Negeri Sakura.
Ia menambahkan, arus laporan keuangan dari perusahaan besar di Jepang dan AS sepanjang pekan ini akan menjadi fokus utama pasar.
Meski sempat berbalik melemah di awal sesi, Nikkei kembali menguat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung dua bulan.
Harapan meredanya ketegangan ini ikut menopang sentimen risiko global.
Di kawasan lain, bursa Korea Selatan juga mencetak rekor.
Indeks KOSPI naik 1,79 persen ke 6.591,56. Saham Samsung Electronics menguat 1,82 persen, sementara SK Hynix melonjak 5,20 persen, mengikuti reli saham semikonduktor global.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS untuk mengukur arah investasi AI dan dampaknya terhadap permintaan chip. Selain itu, rilis data perdagangan Korea Selatan untuk April juga menjadi perhatian.
Sementara itu, pergerakan bursa Asia lainnya cenderung bervariasi.
Indeks Shanghai Composite naik tipis 0,20 persen, dan Hang Seng Index menguat 0,03 persen. Sebaliknya, S&P/ASX 200 turun 0,20 persen, dan Straits Times Index melemah 0,49 persen. (Aldo Fernando)