Bursa Asia Rebound, Saham AI Pulih dari Aksi Jual
Bursa saham Asia menguat pada Rabu (14/10/2026), seiring saham terkait kecerdasan buatan (AI) mulai pulih setelah aksi jual pada hari sebelumnya.
IDXChannel – Bursa saham Asia menguat pada Rabu (14/10/2026), seiring saham terkait kecerdasan buatan (AI) mulai pulih setelah aksi jual pada hari sebelumnya.
Namun, penguatan pasar tertahan oleh harga minyak yang masih tinggi dan sikap investor yang berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Di antara perusahaan dalam rantai pasok AI, saham produsen chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat lebih dari 2 persen di Korea Selatan.
Sementara itu, saham Kioxia bergerak stabil di Jepang setelah sebelumnya tertekan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,5 persen setelah saham AS ditutup melemah tipis pada perdagangan sebelumnya.
Indeks Nikkei Jepang naik 0,53 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan menguat 1,14 persen.
Shanghai Composite naik 0,22 persen dan STI Singapura menguat 0,33 persen.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,13 persen dan ASX 200 Australia melemah 0,29 persen.
Sentimen pasar tetap berhati-hati karena harga minyak masih berada di level tinggi setelah kekhawatiran terhadap pasokan energi meningkat menyusul serangan rudal dan drone kelompok Houthi ke Arab Saudi.
Harga minyak mentah AS naik 0,8 persen menjadi USD94,96 per barel. Sementara itu, minyak Brent naik menjadi USD106,6 per barel.
"Setelah aksi jual di kawasan yang dipimpin saham chip pada kemarin, pelaku pasar akan mencermati apakah gejolak di sejumlah indeks utama mulai mereda. Situasi geopolitik global dan dampaknya terhadap pasar energi juga tidak akan membantu," kata analis Capital.com Kyle Rodda, seperti dikutip Reuters.
Dalam tanda lain meningkatnya sikap menghindari risiko, obligasi bertenor panjang menguat karena investor mencari aset yang lebih aman.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di 5,221 persen setelah sempat menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan.
Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun bertahan di 5,569 persen setelah turun selama tiga hari berturut-turut.
Di Wall Street, saham-saham perbankan AS melemah pada perdagangan Selasa setelah hasil kinerja kuartalan Citigroup dan sejumlah bank lainnya bervariasi, sehingga menekan pasar secara keseluruhan.
Kontrak berjangka (futures) saham AS, S&P 500 e-minis, naik 0,04 persen menjadi 7.858,8.
Pelaku pasar kini menanti data indeks harga konsumen (CPI) AS yang dirilis pada Rabu untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Rata-rata, ekonom memperkirakan inflasi utama meningkat menjadi 3,6 persen secara tahunan pada September akibat kenaikan kembali harga energi.
Sementara itu, inflasi inti (core CPI) diperkirakan naik 0,2 persen secara bulanan. (Aldo Fernando)