MARKET NEWS

Bursa Asia Variatif di Tengah Kenaikan Wall Street

TIM RISET IDX CHANNEL 16/01/2026 10:35 WIB

Bursa saham Asia bergerak beragam pada Jumat (16/1/2026) di tengah penguatan Wall Street semalam.

Bursa Asia Variatif di Tengah Kenaikan Wall Street. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak beragam pada Jumat (16/1/2026) di tengah penguatan Wall Street semalam.

Menurut data pasar, indeks saham Taiwan Weighted Index melonjak 1,1 persen dan menjadi pasar dengan kinerja terbaik di Asia pada Jumat.

Investor di kawasan juga mencermati saham-saham terkait semikonduktor setelah Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dagang dengan Taiwan.

Dalam perjanjian tersebut, perusahaan semikonduktor Taiwan berkomitmen menanamkan investasi sedikitnya USD250 miliar untuk kapasitas produksi di Amerika Serikat, sebagai imbalan atas tarif ‘resiprokal’ yang lebih rendah.

Indeks KOSPI Korea Selatan juga naik 1,11 persen, ASX 200 Australia tumbuh 0,45 persen, STI Singapura 0,22 persen, dan CSI 0,02 persen.

Berbeda, di Jepang, indeks saham Nikkei melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat, seiring investor mengambil jeda setelah reli yang didorong harapan stimulus fiskal yang lebih besar.

Indeks Nikkei 225 turun 0,43 persen, indeks Topix yang lebih luas terkoreksi 0,29 persen.

Sepanjang pekan ini, Nikkei telah menguat 3,7 persen dan Topix naik 4 persen.

Mengutip Reuters, kenaikan tersebut menyusul laporan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi kemungkinan membubarkan parlemen bulan ini dan menggelar pemilihan umum pada Februari.

Laporan itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Rabu.

Secara bulanan, Nikkei dan Topix masing-masing telah mencatat kenaikan lebih dari 7 persen.

“Pasar memang perlu berhenti sejenak setelah kenaikan tajam pekan ini. Penurunan hari ini hanyalah penyesuaian kecil yang mencerminkan sentimen tersebut. Pandangan secara keseluruhan belum berubah,” kata Kepala Strategi Daiwa Asset Management Kazunori Tatebe.

Ia menambahkan pasar telah mematok skenario politik terbaik, yakni LDP meningkatkan perolehan kursi dalam pemilu dan Takaichi memperoleh dukungan untuk rencana belanja yang sangat diharapkan pasar saham.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah ketidakpastian terkait hasil pemilu, termasuk perbedaan tingkat dukungan antara Takaichi dan LDP.

Pada Kamis, Partai Demokrat Konstitusional Jepang sebagai oposisi utama dan Komeito sepakat membentuk partai politik baru guna menghadirkan front bersatu untuk menantang LDP.

Selain Jepang, Shanghai Composite juga merosot 0,10 persen dan Hang Seng Hong Kong terdepresiasi 0,19 persen.

Sementara itu di Wall Street, mengutip DPA AFX, indeks saham AS mengakhiri perdagangan Kamis dengan mayoritas indeks berada di zona hijau, meski sempat memangkas sebagian penguatan pada paruh akhir sesi.

Indeks-indeks utama tetap ditutup menguat, memulihkan sebagian pelemahan yang terjadi dalam dua sesi sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6 persen ke 49.442,44. Nasdaq Composite bertambah 0,3 persen menjadi 23.530,02, sementara S&P 500 menguat 0,3 persen ke level 6.944,47.

Penguatan awal di Wall Street antara lain dipicu respons positif pasar terhadap laporan kinerja Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSM), dengan saham perusahaan chip tersebut melonjak 4,4 persen.

Sentimen positif juga muncul setelah laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pada pekan yang berakhir 10 Januari.

Klaim pengangguran awal tercatat turun menjadi 198.000, atau berkurang 9.000 dari level revisi pekan sebelumnya sebesar 207.000.

Para ekonom sebelumnya memperkirakan klaim pengangguran naik menjadi 215.000 dari angka 208.000 yang semula dilaporkan untuk pekan sebelumnya. (Aldo Fernando)

SHARE