CGAS Berpotensi Molor Realisasikan Bisnis LNG di Karawang
Proyek LNG tersebut sejatinya telah memperoleh alokasi gas bumi dari Kementerian ESDM sejak Juli 2025.
IDXChannel - Emiten gas industri PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) berpotensi molor merealisasikan pembangunan Liquefied Natural Gas (LNG) di Karawang, Jawa Barat pada akhir 2026.
Proyek LNG tersebut sejatinya telah memperoleh alokasi gas bumi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Juli 2025.
Alokasi tersebut diberikan melalui surat penetapan gas bumi untuk monetisasi gas dari sumur galian di wilayah kerja terkait.
Selain itu, pengembangan proyek LNG juga telah dibahas bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas, Pertamina EP, dan CGAS dalam rapat pada 28 Februari 2025 terkait rencana pemanfaatan dan pengembangan gas bumi.
“Hingga saat ini, progres pembangunan fasilitas pendukung telah mencapai sekitar 70 persen, sehingga keterlambatan pelaksanaan berpotensi memberikan dampak terhadap rencana operasional dan pengembangan usaha Perseroan,” tulis manajemen dalam surat kepada Bursa, Sabtu (23/5/2026).
Sebelumnya, bisnis utama CGAS berfokus pada distribusi gas alam dan gas buatan. Dengan penambahan lini usaha baru ini, perseroan memiliki peluang untuk masuk ke bisnis pengadaan dan pengolahan gas alam, termasuk LNG.
Manajemen menjelaskan, ekspansi tersebut memungkinkan perseroan memperluas rantai nilai bisnis dari sekadar distribusi menjadi terintegrasi hingga pengolahan LNG sebagai produk bernilai tambah.
Jika penambahan KBLI tidak terealisasi, maka perusahaan berpotensi kehilangan peluang ekspansi usaha, diversifikasi pendapatan, serta optimalisasi pasar LNG yang terus berkembang di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, CGAS mengeklaim pengembangan proyek LNG telah memasuki tahap akhir persiapan dengan progres positif.
Pada sisi administratif, tahap persiapan disebut telah mencapai 100 persen. Sementara itu, progres engineering mencapai 79,50 persen dan tengah memasuki tahap review serta persetujuan dokumen teknis.
Di sisi procurement, progres telah mencapai 66,96 persen, termasuk penyelesaian Factory Acceptance Test (FAT) oleh Greenfir selaku penyedia teknologi LNG melalui PT GT Ladang Teknik sebagai turnkey contractor.
Adapun progres konstruksi proyek telah mencapai 66,44 persen, dengan fokus pada pekerjaan sipil dan pondasi utama.
Pekerjaan pilecap foundation tercatat telah mencapai 63,97 persen, termasuk penyelesaian pondasi Cold Box dan LNG Pump Skid.
Selain itu, pembangunan pagar area proyek telah mencapai 87,97 persen, di mana sisi utara, timur, dan barat telah selesai dikerjakan.
(DESI ANGRIANI)