MARKET NEWS

Chandra Asri (TPIA) Raup Laba Bersih USD205 Juta pada Kuartal I-2026

Rahmat Fiansyah 13/04/2026 12:49 WIB

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama 2026 dengan membukukan laba bersih USD205 juta.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama 2026 dengan membukukan laba bersih USD205 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama 2026. Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu itu membukukan EBITDA USD421 juta dengan laba bersih USD205 juta.

Capaian tersebut didorong oleh performa kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta eksekusi transformasi grup menjadi pemain industri regional yang terdiversifikasi di Asia Tenggara.

Angka ini membaik dibandingkan kuartal I-2025 yang membukukan rugi bersi USD23,6 juta. Laba pada tiga bulan pertama 2026 tersebut juga merupakan yang tertinggi dalam sejarah perusahaan, yang didorong oleh integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diseelsaikan dalam satu tahun terakhir.

Selain itu, perseroan juga mempertahankan likuiditas yang solid sebesar USD3,8 miliar. Kondisi ini memungkinkan grup untuk terus berinvestasi secara aktif di tengah volatilitas siklus, serta mengambil risiko secara terukur dalam berbagai kondisi pasar.

Chandra Asri berhasil mencatat peningkatan margin kilang di tengah volatilitas dan perubahan pasokan di kawasan Timur Tengah. Optimalisasi pemilihan crude slate serta penempatan produk memungkinkan grup untuk memaksimalkan spread (crack) dan throughput sepanjang kuartal I-2026.

Selain itu, salah satu pembeda utama kinerja pada kuartal ini terletak pada keunggulan operasional pabrik, didukung sourcing proaktif dan diversifikasi pasokan, sehingga memungkinkan fleksibilitas dalam penggunaan berbagai jenis bahan baku.

"Pendekatan yang adaptif dan eksekusi yang solid ini memungkinkan grup mengolah minyak mentah dan intermediate yang lebih menguntungkan di tengah kondisi pasar yang ketat, sekaligus menjaga tingkat utilisasi dan yield produk tetap tinggi," kata manajemen Chandra Asril dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Di tengah industri petrokimia yang menantang, perseroan tetap menjalankan operasional secara disiplin dan mengendalikan biaya. Perseroan juga menyelesaikan investasi utama seperti ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon, Banten.

Selain itu, anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)  juga terus mengembangkan kapabilitas infrastruktur di bidang logistik, penyimpanan, dan utilitas di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat integrasi, meningkatkan efisiensi biaya, serta menciptakan sumber pendapatan berulang yang lebih stabil.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE