MARKET NEWS

Ciri-Ciri Saham Potensial Menurut Danantara yang Dapat Dicermati, Ini 4 Kriterianya

Kurnia Nadya 03/02/2026 13:14 WIB

BPI Danantara selaku pelaku pasar modal di Indonesia, menyatakan bakal lebih selektif dalam memilih saham untuk diinvestasikan.

Ciri-Ciri Saham Potensial Menurut Danantara yang Dapat Dicermati, Ini 4 Kriterianya. (Foto: Freepik)

IDXChannel—Simak ciri-ciri saham potensial menurut Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kriteria ini disampaikan oleh Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir dalam konferensi pers pada Senin 2 Januari 2026. 

Pada hari yang sama regulator pasar modal Indonesia menggelar pertemuan daring bersama Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga yang mengelola indeks-indeks saham global, untuk mendiskusikan kondisi bursa saham Indonesia. 

Sebelumnya, pada 28 Januari MSCI mengumumkan pembekuan sementara rebalancing indeks saham Indonesia. Lembaga tersebut mencatat keterbatasan transparansi informasi kepemilikan saham dan mengkhawatirkan perilaku perdagangan terkoordinasi. 

Jika tidak memperbaiki transparansi struktur kepemilikan, MSCI menyebutkan ada peluang bursa saham Indonesia diturunkan klasifikasinya dari emerging markets menjadi frontier markets. 

Usai MSCI mengumumkan pembekuan tersebut, Goldman Sachs dan UBS menyusul dengan menurunkan peringkat saham Indonesia. Dampaknya, pada 28-29 Januari IHSG mencatatkan penurunan tajam. 

Merespons hal ini, OJK dan self-regulatory organization (SRO), terutama Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bertemu dengan MSCI pada Senin kemarin, di mana pertemuan dilaporkan berjalan lancar. 

BPI Danantara selaku pelaku pasar modal di Indonesia, menyatakan bakal lebih selektif dalam memilih saham untuk diinvestasikan. CIO Danantara Pandu Sjahrir mengatakan lembaga pengelola investasi tersebut akan mencermati tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi sebagai bahan pertimbangan. 

“Sebagai market participant, Danantara Indonesia juga aktif berinvestasi di pasar dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi menarik, arus kas yang kuat, fundamental yang baik, serta likuiditas yang memadai,” kata Pandu, Senin (2/2/2026). 

Ciri-Ciri Saham Potensial Menurut Danantara 

Berikut ini adalah ciri-ciri saham potensial menurut Danantara:  

1. Fundamental yang Baik 

Fundamental saham fondasi-fondasi penting yang menopang emiten dalam menjalankan bisnis. Dalam analisis fundamental, investor akan mencermati saham secara keseluruhan mulai dari kesehatan keuangannya, posisi industrinya saat ini, dan prospeknya di masa mendatang.

Saham dengan fundamental yang baik, memiliki peluang yang bagus untuk bertahan dan terus berkembang di masa depan, mampu mempertahankan posisi keuangan yang baik, dan tetap menghasilkan keuntungan. 

2. Likuiditas yang Baik 

Likuiditas berkaitan dengan tingkat kemudahan saham untuk diperjualbelikan. Ini adalah salah satu kekhawatiran MSCI terhadap bursa Indonesia, aspek transparansi yang disinggung itu berkaitan dengan saham beredar (free float) sebenarnya yang dinilai kurang likuid.

Saham dengan likuiditas tinggi, memiliki besaran free float yang besar, sehingga mudah diperjualbelikan oleh pelaku pasar. Mulai dari investor ritel hingga investor institusi. Jika investor membeli, maka investor pun mudah menjualnya. 

Sebaliknya, saham dengan likuiditas buruk atau rendah, biasanya dihindari dan investor pemula dianjurkan untuk menghindarinya. Karena jika investor membeli saham yang kurang likuid, maka peluangnya untuk dapat menjual saham tersebut akan rendah pula. 

3. Valuasi yang Baik 

Melansir Bareksa (3/2/2026), valuasi saham adalah proses penentuan nilai intrinsik atau nilai wajar suatu saham berdasarkan kinerja perusahaan dan kondisi keuangannya. Ada sejumlah metrik keuangan yang digunakan investor untuk mengukur valuasi suatu saham. 

Misalnya price to earning ratio (PE Ratio), price to book value (PBV), dan sebagainya. Tiap hasil perhitungan rasio akan menampilkan nilai wajar perusahaan dibanding harga terkininya, kinerjanya, dan sebagainya. 

Tiap investor dapat memiliki standar hasil masing-masing. Misalnya, ada yang menyukai saham dengan PBV di bawah 1, ada juga yang tidak keberatan dengan PBV 2x. Atau, ada yang memilih PE ratio di bawah 10, ada juga yang tidak masalah dengan PE ratio di atas 30. 

4. Arus Kas Kuat 

Arus kas dalam suatu perusahaan adalah pergerakan uang masuk (inflow) dan uang keluar (outflow). Ada tiga jenis cash flow. Yakni operating cash flow, financing cash flow, dan investing cash flow. 

Operating cash flow adalah arus kas dari kegiatan usaha utama yang dijalankan perusahaan. Sedangkan financing dan investing cash flow adalah arus kas dari pendanaan (financing) dan dari penjualan atau pembelian aset jangka panjang. 

Arus kas perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan uang tunai untuk operasional, juga kesehatan keuangan perusahaan. Menurut Bank BTN (3/2/2026), perusahaan memerlukan arus kas operasional yang positif sehingga bisnis dapat berkembang positif. 

Itulah sejumlah ciri-ciri saham potensial menurut Danantara yang dapat dicermati. 

(Nadya Kurnia)

SHARE