MARKET NEWS

CNGR Dirumorkan Incar 80 Persen Saham Smelter Gunbuster di Indonesia

TIM RISET IDX CHANNEL 14/10/2026 15:13 WIB

Produsen bahan baku baterai asal China, CNGR Advanced Material Co., dikabarkan tengah menjajaki akuisisi 80 persen saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

CNGR Dirumorkan Incar 80 Persen Saham Smelter Gunbuster di Indonesia. (Foto:

IDXChannel – Produsen bahan baku baterai asal China, CNGR Advanced Material Co., dikabarkan tengah menjajaki akuisisi 80 persen saham PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), salah satu smelter nikel besar di Indonesia.

Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi memperkuat posisi CNGR di industri pengolahan nikel nasional.

Mengutip Bloomberg, Rabu (14/10/2026), negosiasi akuisisi masih berlangsung dan belum tentu berujung pada kesepakatan.

Transaksi berpeluang dilakukan setelah proses restrukturisasi utang GNI melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) berakhir, yang diperkirakan berlangsung pada awal 2027.

GNI menjalani proses PKPU setelah pengadilan Indonesia menetapkan penangguhan pembayaran utang sementara pada Juni 2026. Sebelumnya, perusahaan juga memangkas produksi pada 2025 di tengah tekanan industri nikel.

Smelter yang berlokasi di Sulawesi tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021.

Dengan kapasitas tahunan sekitar 1,8 juta ton nickel pig iron (NPI), fasilitas ini termasuk salah satu smelter independen terbesar di Indonesia.

CNGR sendiri telah memiliki saham pengendali di sejumlah smelter nikel di Indonesia, termasuk PT Nadesico Nickel Industry yang berlokasi tidak jauh dari GNI.

Akuisisi GNI berpotensi memperluas skala operasi CNGR sekaligus memperkuat posisinya untuk bersaing dengan Tsingshan Holding Group, sesama perusahaan China yang menjadi pemain besar industri nikel Indonesia.

Meski demikian, ekspansi tersebut berlangsung di tengah tantangan industri, mulai dari pembatasan kuota pertambangan hingga permintaan nikel yang belum memuaskan. Sejumlah smelter di Indonesia bahkan terpaksa menghentikan operasionalnya.

Dalam tanggapannya kepada Bloomberg, CNGR menyatakan terus mengevaluasi berbagai peluang strategis sebagai bagian dari kegiatan bisnis normal.

Namun, perusahaan tersebut tidak memberikan komentar spesifik mengenai GNI karena proses PKPU masih berlangsung.

Terkait dengan Saham PACK

Rencana ekspansi CNGR di Indonesia juga relevan bagi investor saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang bergerak di sektor pertambangan dan perdagangan nikel.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2025, CNGR Advanced Material merupakan entitas induk utama PACK.

Kepemilikan tersebut dijalankan melalui PT Eco Energi Perkasa, pemegang saham pengendali PACK.

PACK sebelumnya bertransformasi dari bisnis kemasan menjadi perusahaan holding investasi dengan fokus yang antara lain mencakup sektor nikel.

Dengan demikian, ekspansi CNGR di industri pengolahan nikel Indonesia menjadi salah satu perkembangan bisnis grup yang relevan untuk dicermati. (Aldo Fernando)

SHARE