COCO hingga SINI Gelar Right Issue Juli, Mana yang Layak Dicermati?
Sejumlah emiten dijadwalkan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue sepanjang Juli 2026.
IDXChannel - Sejumlah emiten dijadwalkan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue sepanjang Juli 2026.
Berdasarkan ringkasan yang dikutip dari BRI Danareksa Sekuritas, Senin (13/7/2026), terdapat sedikitnya tujuh emiten yang menggelar aksi korporasi tersebut dengan nilai penghimpunan dana yang bervariasi.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana menerbitkan 2,03 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham dan rasio HMETD 200:57.
Perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp739,34 miliar. Periode HMETD maupun standby buyer masih belum terkonfirmasi.
Dana hasil right issue akan digunakan untuk kebutuhan likuiditas, belanja modal (capex), dan modal kerja.
PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) menjadwalkan periode HMETD pada 10-17 Juli 2026. Perseroan akan menerbitkan 944,47 juta saham baru dengan harga Rp100 per saham dan rasio 3:1.
Nilai dana yang akan dihimpun belum dikonfirmasi. Trisno Limanto dan RR Capital Group bertindak sebagai standby buyer, sementara dana hasil aksi korporasi akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menggelar HMETD pada 14-20 Juli 2026 dengan menerbitkan 721,5 juta saham baru pada harga Rp5.000 per saham dan rasio 2:3. Perseroan menargetkan dana sebesar Rp3,6 triliun dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebagai standby buyer.
Sebanyak Rp1,51 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti dari PTRO, Rp900 miliar untuk pelunasan utang, sedangkan sisanya dialokasikan sebagai modal kerja.
Sementara itu, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menawarkan 10,68 miliar saham baru dengan harga Rp120 per saham dan rasio 1:3 pada periode 14-21 Juli 2026.
Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp1,28 triliun. Mahogany Global Investment menjadi standby buyer. Sebagian besar dana, sekitar Rp1,17 triliun, akan digunakan untuk mengakuisisi PT Sari Murni Abadi, sedangkan sisanya untuk modal kerja.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjadi emiten dengan target penghimpunan dana terbesar dalam daftar tersebut.
Perseroan akan menerbitkan maksimal 89,91 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp53 per saham dan rasio 27:14 pada periode 14-27 Juli 2026. Dana yang ditargetkan mencapai sekitar Rp4,76 triliun dengan PT Bakrie Capital Indonesia sebagai standby buyer.
Hasil right issue akan digunakan untuk menurunkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari sekitar 536 persen menjadi sekitar 211 persen.
Selanjutnya, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) akan melaksanakan HMETD pada 14-20 Juli 2026 dengan menerbitkan 457,14 juta saham baru pada harga Rp350 per saham.
Perseroan diperkirakan menghimpun dana sekitar Rp160 miliar. Rasio HMETD masih belum terkonfirmasi dan tidak terdapat standby buyer.
Terakhir, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menjadwalkan HMETD pada 14-27 Juli 2026. Perseroan akan menerbitkan 2,26 miliar saham baru dengan harga Rp50 per saham dan rasio 5:1.
Dana yang ditargetkan sebesar Rp113,07 miliar dan seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja. Tidak terdapat standby buyer dalam aksi korporasi tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.