Dana Rights Issue GIAA Rp7,77 Triliun Sudah Habis Dipakai, Ini Rinciannya
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah menyerap seluruh dana hasil rights issue Penawaran Umum Terbatas (PUT) II sebesar Rp7,77 triliun.
IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah menyerap seluruh dana hasil rights issue Penawaran Umum Terbatas (PUT) II sebesar Rp7,77 triliun per 31 Desember 2025. Artinya, tidak ada dana yang tersisa.
Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (17/1/2026), rincian penggunaan dana yakni untuk maintenance dan restorasi Rp3,6 triliun, serta pemenuhan maintenance reserve Rp900 miliar.
Kemudian alokasi untuk bahan bakar Rp1,73 triliun dan biaya sewa pesawat Rp900 miliar. Selanjutnya, GIAA mengalokasikan untuk biaya restrukturisasi perseroan Rp370 miliar, dan modal kerja lainnya Rp275,88 miliar.
Tanggal efektif PUT II GIAA jatuh pada 2 Desember 2022. Dengan jumlah hasil penawaran umum Rp7,79 triliun dan asumsi seluruh biaya penawaran umum Rp21,51 miliar. Sehingga hasil bersihnya Rp7,77 triliun.
Sebagai informasi, GIAA membuka opsi aksi korporasi lanjutan usai melaksanakan inbreng aset Angkasa Pura Indonesia ke GMF AeroAsia (GMFI) melalui penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue tahap kedua.
"Ke depan, sejalan dengan roadmap aksi korporasi 2026 dalam penguatan kinerja bisnis secara group, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi korporasi lanjutan guna memperkuat kinerja bisnis Grup," ujar Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/11/2025).
Harga saham GIAA ditutup turun 3 poin atau 3,06 persen ke level Rp95 per saham pada Kamis 15 Januari 2026.
(Dhera Arizona)