MARKET NEWS

Deretan Rapor Keuangan Emiten LQ45 di 2022, Siapa Termoncer dan Terboncos?

Melati Kristina - Riset 01/03/2023 18:47 WIB

Sejumlah emiten LQ45 melaporkan kinerja keuangan pada 2022. Adapun, ESSA hingga UNTR membukukan kinerja paling moncer di periode ini.

Deretan Rapor Keuangan Emiten LQ45 di 2022, Siapa Termoncer dan Terboncos? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Sejumlah emiten yang tergabung dalam indeks saham LQ45 melaporkan kinerja keuangan pada 2022. Emiten amonia PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melaporkan kenaikan laba bersih paling signifikan diperiode ini.

Sebagaimana disebutkan dalam laporan keuangan emiten, ESSA berhasil mengantongi laba bersih sebesar USD138,84 juta atau Rp2,18 triliun dengan asumsi kurs Rp15.731/USD.

Laba bersih perseroan mengalami kenaikan hingga 893,91 persen dari perolehan tahun 2021. Seiring dengan tumbuhnya laba bersih, pendapatan ESSA juga melesat 141,06% menjadi USD731,49 juta atau Rp11,08 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan amonia sepanjang tahun lalu tercatat sebesar USD681,36 juta atau Rp10,32 triliun. Kemudian, penjualan LPG tercatat sebesar USD46,54 juta atau Rp705,51 miliar, serta jasa pengolahan berkontribusi sebesar USD3,58 juta atau Rp54,28 miliar.

Menyusul ESSA, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turut mencatatkan laba bersih sebesar USD1,20 miliar atau setara Rp18,88 triliun di 2022. Laba tersebut naik hingga 152,34 persen dari 2021 lalu yang sebesar USD475,57 juta.

Sejalan dengan kenaikan laba, pendapatan perseroan juga tercatat naik menjadi USD3,63 miliar atau setara Rp55,27 triliun atau 75,08 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan segmen batu bara tercatat sebesar USD3,63 miliar atau Rp55,23 triliun. ITMG juga mencatatkan pendapatan dari segmen jasa sebesar USD2,49 juta atau Rp37,84 miliar.

Di urutan ketiga, ada PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 104,34 persen pada tahun 2022. Adapun, laba bersih UNTR di periode ini mencapai Rp21 triliun, melesat dibanding tahun lalu yang hanya Rp10,3 triliun.

Kinerja ini tak terlepas dari lonjakan pendapatan bersih UNTR yang mencapai Rp123,6 triliun, atau naik 56 persen dari tahun 2021 sebesar Rp79,46 triliun.

Kontribusi terbesar pemasukan perusahaan grup Astra ini datang dari segmen kontraktor pertambangan senilai Rp47,36 triliun, disusul mesin konstruksi Rp36,49 triliun, hingga pertambangan batu bara Rp31,10 triliun.

Di samping itu, pendapatan dari pertambangan emas mencetak Rp7,65 triliun, disusul industri konstruksi Rp949 miliar, dan energi Rp34 miliar.

Sementara, jumlah laba bersih terbesar emiten LQ45 pada periode ini diperoleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Menurut laporan keuangan emiten, laba bersih BBRI di periode ini mencapai Rp51,41 triliun.

Selain emiten-emiten di atas, setidaknya terdapat 10 emiten lainnya yang telah melaporkan laporan keuangannya pada periode 2022.

Emiten tersebut di antaranya emiten perbankan, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga PT Bank Syariah Tbk (BRIS).

Selain dari emiten perbankan, emiten nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) hingga emiten ritel PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga turut melaporkan laporan keuangan pada periode 2022. (Lihat tabel di bawah ini.)

Kendati demikian, dari emiten-emiten LQ45 yang telah disebutkan di atas, terdapat tiga emiten yang mencatatkan penurunan laba bersih di periode ini.

Emiten tersebut salah satunya, yakni UNVR yang laba bersihnya terkontraksi 6,83 persen menjadi Rp5,36 triliun pada 2022.

Sedangkan, dua emiten lainnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga mencatatkan penurunan laba bersih masing-masing sebesar 12,39 persen dan 13,85 persen.

Menurut laporan keuangan emiten, laba bersih SIDO merosot menjadi Rp1,10 triliun pada 2022. Sedangkan, laba bersih EXCL juga ikut turun menjadi Rp1,11 triliun di periode ini.

Periset: Melati Kristina

(ADF)

SHARE