MARKET NEWS

Didominasi Pelanggan Swasta, WTON Raih Kontrak Baru Rp1,97 Triliun hingga Juni 2026

Rahmat Fiansyah 23/07/2026 13:37 WIB

PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) membukukan omzet kontrak baru senilai Rp1,97 triliun hingga akhir Juni 2026.

PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) membukukan omzet kontrak baru senilai Rp1,97 triliun hingga akhir Juni 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) membukukan omzet kontrak baru senilai Rp1,97 triliun hingga akhir Juni 2026. Kontrak baru ini bertambah 114 persen dibandingkan akhir kuartal I yang sebesar Rp919 miliar.

Pertumbuhan ini merefleksikan kuatnya kepercayaan pasar atas keandalan WIKA Beton di industri konstruksi. Pelanggan swasta mendominasi perolehan kontrak baru sebesar 46,37 persen, skema Kerja Sama Operasi (KSO) 34,1 persen, BUMN 16,4 persen, dan WIKA Group 3,13 persen.

Dari sisi segmentasi industri, WIKA Beton memperoleh kontrak untuk proyek infrastruktur 61,5 persen, industri 16,97 persen, properti 8,54 persen, dan sektor lainnya 12,99 persen.

Meski berstatus anak usaha BUMN, pelanggan swasta mulai mendominasi kontrak baru WIKA Beton yang, mencerminkan independensi dan komitmen dalam menjaga kualitas produk.

Salah satu proyek yang diperoleh pada enam bulan pertama tahun ini yakni ekspansi pabrik tisu milik PT OKI Pulp & Paper Mill, bagian dari Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas Group senilai Rp104 miliar. Dalam proyek ini, WIKA Beton akan menyuplai tiang pancang 500 mm di pabrik yang berlokasi di Sumatera Selatan tersebut.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Kuntjara mengatakan, perseroan siap menjaga kepercayaan pelanggan dengan menjaga ritme operasional secara terukur.

“Perolehan kontrak baru ini menjadi bukti nyata resiliensi WIKA Beton dalam menciptakan nilai tambah. Fokus utama kami ke depannya adalah menjaga konsistensi kepercayaan lewat produk dengan mutu tinggi dan penyelesaian tepat waktu, sembari disiplin menjaga kesehatan arus kas perusahaan," katanya dalma keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Kuntjara menambahkan, konsistensi operasional juga menjadi wujud nyata dari bisnis berkelanjutan perseroan. Daya saing yang kian matang ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan WIKA Beton dalam jangka panjang sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai market leader di industri beton pracetak Indonesia.

Sebagai informasi, WIKA Beton memperoleh kontrak baru Rp4 triliun sepanjang 2025. Sejumlah proyek tersebut di antaranya Railway Systems dan Trackword pada MRT Jakarta Fase 2 dan proyek Metro Manila Subway di Filipina.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE