Ditopang Bisnis Pengolahan Limbah, TBS Energi (TOBA) Balik Posisi Arus Kas Jadi Positif
TOBA kini lebih berfokus pada penguatan stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
IDXChannel - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengonfirmasi keberhasilannya dalam memperkuat kinerja Perseroan, dengan posisi arus kas yang berbalik positif sebesar USD9,9 juta pada triwulan I-2026, dibanding posisi pada periode sama di 2025 lalu, yang masih negatif USD2,9 juta.
Capaian tersebut diklaim manajemen sebagai bukti atas ketepatan arah transformasi Perseroan, sebagai bagian dari penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan bisnis TOBA ke depan.
"Capaian di triwulan pertama ini merupakan validasi yang kuat atas ketepatan arah transformasi yang telah kami lakukan selama ini, melalui langkah besar akuisisi dan divestasi di sepanjang 2025, sebagai strategi penataan bisnis di masa mendatang," ujar Direktur TOBA, Juli Oktarina, dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Sejauh ini, menurut Juli, capaian kinerja triwulan I-2026 telah menunjukkan perkembangan positif, sebagai fase transformasi portofolio ke sektor bisnis hijau melalui akuisisi dan divestasi pada 2025 tanpa mengorbankan performa finansial dan operasional.
Dengan transformasi tersebut, TOBA kini lebih berfokus pada penguatan stabilitas operasional pada lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
Pada periode ini, Perseroan berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang signifikan. Indikator keuangan utama menunjukkan performa yang solid dengan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 20,5 persen dan laba kotor konsolidasi sebesar 46,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan juga berhasil ditekan lebih dari 83 persen secara tahunan dari USD58,9 juta ke USD9,5 juta, karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.
"Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi memang diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," ujar Juli.
Juli menjelaskan, lini bisnis pengelolaan limbah kini telah menjadi kontributor utama dengan menyumbang 60 persen terhadap total pendapatan konsolidasi, dan 93 persen terhadap total EBITDA Disesuaikan.
Hal ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69 persen atau 5,5 lipat, dari semula USD9,4 juta menjadi USD51,9 juta, untuk perbandingan periode yang sama.
"Bisnis pengelolaan limbah sejauh ini telah menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global, segmen ini terbukti mampu memberikan arus pendapatan yang stabil dan berulang, dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi," ujar Juli.
Perkembangan operasional di segmen ini meliputi Cora Environment Singapura yang melayani lebih dari 470.000 pelanggan dengan tingkat ketersediaan fasilitas operasional mencapai 100 persen, Asia Medical Enviro Services (AMES) yang mempertahankan posisi di pasar pengelolaan limbah medis Singapura dengan pangsa pasar sekitar 45 persen, serta ARAH Environmental, Indonesia, yang melayani lebih dari 5.000 pelanggan di berbagai sektor yang tersebar di 15 provinsi.
Pada segmen energi terbarukan, PLTM (Mini Hydro) berkapasitas 6MW telah beroperasi secara penuh dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar USD3,2 juta. Sementara, proyek PLTS Terapung berkapasitas 46MWp juga telah mencapai progres pembangunan dengan target penyelesaian operasional pada triwulan IV-2026.
Sedangkan segmen kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan tren kenaikan yang kuat, di mana pendapatan dari penjualan dan penyewaan tumbuh hampir 2,5 kali lipat sebesar 137,82 persen dari USD1,3 juta menjadi USD3,2 juta.
"Pertumbuhan nilai ini didukung oleh ekspansi operasional yang signifikan, terlihat dari jumlah unit motor listrik yang beroperasi meningkat dari 5.100 unit pada Maret 2025 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026," ujar Juli.
Untuk melayani kebutuhan pengguna yang terus berkembang, Electrum juga telah memperkuat infrastruktur pendukung dengan menyediakan 426 unit stasiun pertukaran baterai (Battery Swapping Stations) dan mengalami peningkatan 37 persen dibandingkan dengan 310 unit pada tahun lalu. Di segmen batu bara, TOBA memprioritaskan efisiensi dengan menekan biaya operasional tunai sebesar 5,8 persen menjadi USD42,5 per ton.
Langkah optimasi ini terbukti efektif menjaga resiliensi bisnis di tengah fluktuasi harga pasar, sehingga margin laba kotor pertambangan tetap terjaga secara stabil di angka 15,8% pada kuartal pertama ini.
"Capaian pada Q1-2026 ini merupakan bagian dari peta jalan kami untuk menjadi Perseroan yang lebih berkelanjutan. Dengan posisi kas sebesar USD103,3 juta dan manajemen modal kerja yang disiplin, kami memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada 2030," ujar Juli.
(taufan sukma)