Ditopang Ekspor, Mark Dynamics (MARK) Targetkan Laba Bersih Tumbuh 20 Persen pada 2026
PT Mark Dynamics Indonesia (MARK) membidik laba bersih tumbuh 20 persen pada 2026 menjadi Rp360 miliar.
IDXChannel - PT Mark Dynamics Indonesia (MARK) membidik laba bersih tumbuh 20 persen pada 2026. Target ambisius tersebut tersebut ditopang oleh penjualan perseroan ke pasar ekspor.
Sepanjang tahun lalu, MARK membukukan penjualan sebesar Rp837,31 miliar dengan laba bersih Rp284 miliar. Pada tahun ini, laba bersih ditargetkan bisa mencapai Rp360 miliar, mendekati level pandemi saat permintaan atas produk cetakan sarung tangan untuk medis melesat.
Direktur Utama MARK, Ridwan Goh mengatakan, fundamental bisnis perseroan saat ini sangat kuat, didukung oleh dominasi pasar ekspor, efisiensi operasional, dan dampak positif penguatan dolar AS. Dia mengungkapkan, lebih dari 80 persen penjualan MARK berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS.
"Struktur bisnis ini memberikan natural hedge (lindung nilai alami) terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga di tengah penguatan dolar AS, perseroan justru memperoleh dampak positif terhadap pendapatan dan profitabilitas,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).
MARK diketahui merupakan pemimpin pasar global untuk cetakan sarung tangan. Pada 2025, pangsa pasar (market share) perseroan mencapai 40 persen sementara sisanya diperebutkan oleh kompetitor.
Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Tanjung Morawa, Sumatera Utara tersebut juga memiliki kapasitas produksi terbesar di dunia sebesar 18 juta ton per tahun. Bahkan, Hao Xiang asal China yang berada di posisi kedua hanya memiliki sepertiga kapasitas produksi MARK.
Ridwan menambahkan, MARK akan terus fokus menjaga efisiensi operasional dan memperkuat daya saing global guna mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga tingkat profitabilitas di level yang tinggi.
“Kami melihat permintaan pasar ekspor masih cukup solid. Dengan struktur biaya yang semakin efisien, posisi kas yang sehat, serta kapasitas produksi yang terus dioptimalkan, kami optimistis target pertumbuhan tahun 2026 dapat tercapai,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)