DMAS Sebut Data Center Jadi Penggerak Utama Marketing Sales di Semester I-2026
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas memperoleh momentum dari tren kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
IDXChannel - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas memperoleh momentum dari tren kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal tersebut tercermin dari tingginya permintaan lahan untuk data center di kawasan GIIC.
Direktur & Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto mengatakan, hingga Juni 2026, perseroan mencatatkan angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp1,15 triliun atau setara 55 persen dari target 2026.
"Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri, khususnya data center," kata Tondy dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).
Tondy juga mengungkapkan bahwa terdapat permintaan lahan industri sebanyak 85 hektare (ha). Dari total permintaan tersebut, 75 persen berasal dari sektor data center.
Menurut Tondy, tingginya minat calon tenant data center karena fasilitas dan infrastruktur yang ditawarkan perseroan sangat lengkap. Fasilitas tersebut mulai dari pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang andal, looping system pada ketersediaan air bersih maupun air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.
Seiring tingginya permintaan tersebut, kata dia, perseroan akan terus meningkatkan fasilitas dan memberikan layanan yang terbaik untuk mewujudkan Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan sekaligus pusat aktivitas regional di timur Jakarta.
Berdasarkan catatan IDX Channel, belasan tenant raksasa data center mempercayakan pusat datanya di zona khusus seluas 300 ha di Kota Deltamas. Sejumlah tenant itu di antaranya Microsoft, ST Telemedia Global Data Centers, Princeton Digital Group, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), hingga PT Indointernet Tbk (EDGE).
Tren AI, termasuk data center sempat mengangkat harga saham DMAS ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sejak awal 2026, harga sahamnya naik lebih dari 50 persen. Saat ini, saham DMAS diperdagangkan di level Rp196 dengan nilai pasar sekitar Rp9,45 triliun.
(Rahmat Fiansyah)