MARKET NEWS

DSSA Berencana Stock Split 1:25, Jadwalkan RUPSLB 11 Maret 2026

Rahmat Fiansyah 17/02/2026 14:30 WIB

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) sebagai upaya memperluas basis investor.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) sebagai upaya memperluas basis investor. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) sebagai upaya memperluas basis investor, terutama investor ritel.

Dalam rangka mewujudkan aksi korporasi tersebut, perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (11/3/2026). Rapat digelar di Sinar Mas Land Plaza, Menara 2, M.H.Thamrin, Jakarta. 

Dalam rencana tersebut, emiten energi bagian dari Sinarmas Group itu akan melakukan stock split dengan rasio 1:25. Saat ini, harga saham DSSA berada di level Rp94.000, sehingga setelah stock split, harganya di kisaran Rp3.750.

"Perseroan berencana untuk melakukan stock split dengan rasio 1:25," kata manajemen DSSA dikutip Selasa (17/2/2026).

Adapun pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB tersebut harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham DSSA pada akhir sesi perdagangan saham Jumat (13/2/2026). Rapat dilaksanakan secara hybrid yakni peserta bisa hadir secara fisik atau secara daring melalui eASY.KSEI.

Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra sebelumnya menjelaskan, alasan perseroan melakukan stock split karena harga saham DSSA saat ini sangat tinggi, sehingga nilai pembelian untuk satu lot (100 saham) hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor.

"Hal ini berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan," katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/1/2026).

Dengan stock split, kata Susan, diharapkan dapat meningkatkan jumlah saham beredar, sehingga menjadikan harga per saham menjadi lebih terjangkau untuk banyak investor. Dengan basis investor yang lebih luas, jumlah pemegang saham juga akan semakin banyak sehingga dapat memperkuat struktur pemegang saham.

Selain itu, volume perdagangan saham juga akan makin aktif, yang pada akhirnya menciptakan persepsi yang lebih positif atas prospek dan kinerja perseroan di masa yang akan datang.

Dengan rasio 1:25, jumlah saham DSSA akan naik dari 7,7 miliar menjadi 192,6 miliar saham. Di samping itu, nilai nominal saham juga mengecil dari Rp25 menjadi Rp1.

Susan menegaskan aksi korporasi ini tidak mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang sudah dimiliki pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional, sehingga mencerminkan nilai yang setara sebelum stock split.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE