MARKET NEWS

EBITDA Meningkat, Rugi DOID Turun Jadi Rp900 Miliar hingga Juni 2026

Rahmat Fiansyah 03/08/2026 04:00 WIB

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat perbaikan kinerja pada semester I-2026 dengan menekan rugi bersih 37 persen menjadi USD50 juta.

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat perbaikan kinerja pada semester I-2026 dengan menekan rugi bersih 37 persen menjadi USD50 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat perbaikan kinerja pada semester I-2026. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar USD50 juta atau Rp900 miliar, menyusut 37 persen dibandingkan rugi bersih semester I-2025 yang mencapai USD80 juta.

Perbaikan rugi bersih tersebut didukung oleh peningkatan EBITDA sepanjang Januari-Juni 2026 yang mencapai USD69 juta, meningkat 8 persen secara tahunan. Selain itu, kinerja tersebut juga didorong oleh keuntungan penjualan aset lahan Atlantic Carbon Group Inc. (ACG) sebesar USD12 juta, penurunan depresiasi dan amortisasi sebesar USD19,3 juta, serta peningkatan keuntungan selisih kurs sebesar USD11 juta.

Pertumbuhan EBITDA DOID terjadi di tengah penurunan pendapatan akibat berakhirnya sejumlah kontrak tambang dan penurunan aktivitas operasional di beberapa lokasi. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan margin serta efisiensi biaya yang dilakukan perseroan.

Berdasarkan laporan kinerja konsolidasi periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, pendapatan DOID tercatat sebesar USD693 juta, turun 5 persen. Penurunan pendapatan terutama dipengaruhi oleh berakhirnya kontrak di site Binungan milik Berau Coal dan site IBP milik Resource Alam Indonesia di Indonesia, serta site Burton milik Bowen Coking Coal di Australia.

Namun, di luar lokasi yang mengalami penghentian kontrak maupun penurunan aktivitas, operasi inti Grup tetap mencatatkan pertumbuhan. Volume overburden removal meningkat sekitar 9 persen, sedangkan produksi batu bara naik 4 persen.

Direktur PT BUMA Internasional Grup Tbk Iwan Fuad Salim mengatakan peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan berbagai inisiatif operasional yang dijalankan Perseroan mulai memberikan hasil.

“Peningkatan EBITDA, perbaikan margin, dan penguatan arus kas bebas menunjukkan bahwa berbagai langkah yang telah kami jalankan selama setahun terakhir di seluruh area operasional, optimalisasi tenaga kerja, dan pemeliharaan telah memberikan hasil, bahkan di tengah penurunan pendapatan dan lonjakan harga bahan bakar yang signifikan,” ujar Iwan dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).

Dari sisi operasional, kinerja BUMA International Group membaik sepanjang kuartal II 2026. Volume overburden removal meningkat 10 persen secara kuartalan menjadi 97 juta bank cubic meters (BCM), sementara produksi batu bara naik 20 persen menjadi 17 juta ton.

Peningkatan tersebut didukung oleh perbaikan keandalan armada, peningkatan utilisasi, serta produktivitas operasional. Waktu henti (downtime) turun 11 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan 22 persen dibandingkan kuartal II 2025.

Perseroan juga mencatatkan perbaikan efisiensi biaya. Biaya tenaga kerja per BCM turun 7 persen dibandingkan kuartal II 2025 dan turun 13 persen secara kuartalan, seiring manfaat program efisiensi dan rasionalisasi tenaga kerja yang dilakukan sepanjang 2025.

Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) tercatat sebesar USD37 juta, turun 67 persen dibandingkan USD111 juta pada semester I-2025. Penurunan tersebut didukung optimalisasi armada dan pengalihan aset dari lokasi operasi yang telah berhenti.

Efisiensi belanja modal dan pemulihan EBITDA mendorong arus kas bebas perseroan menjadi positif sebesar USD39 juta, meningkat signifikan dibandingkan USD juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki semester II-2026, perseroan akan melanjutkan peningkatan kinerja operasional melalui penguatan keandalan armada, disiplin biaya, serta optimalisasi penggunaan modal.

“Kami akan melanjutkan momentum operasional ini, menjaga disiplin biaya dan modal, serta mengelola eksposur harga bahan bakar seiring upaya kami memperkuat perolehan arus kas,” kata Iwan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE