MARKET NEWS

Eksplorasi Proyek Tujuh Bukit hingga Tambang Wetar, MDKA Habiskan Dana Rp49,49 Miliar 

Desi Angriani 10/07/2026 21:48 WIB

MDKA mengalokasikan dana sebesar USD2,81 juta untuk kegiatan eksplorasi pada kuartal II-2026.

Eksplorasi Proyek Tujuh Bukit hingga Tambang Wetar, MDKA Habiskan Dana Rp49,49 Miliar (Foto: dok MDKA)

IDXChannel - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalokasikan dana sebesar USD2,81 juta atau setara Rp49,49 miliar untuk kegiatan eksplorasi pada kuartal II-2026. 

Dana tersebut difokuskan pada proyek Tujuh Bukit di Jawa Timur, Damai Suksesindo (DSI) di Jawa Timur, serta Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya.

Berdasarkan laporan kegiatan eksplorasi perseroan Jumat (10/7/2026) sebagian besar anggaran dialokasikan untuk proyek Tujuh Bukit yang menyerap dana sekitar Rp48,95 miliar. 

Kegiatan di kawasan tersebut difokuskan pada pengembangan sumber daya tembaga, emas, dan perak melalui pengeboran definisi sumber daya, evaluasi umur tambang, serta eksplorasi regional.

Mayoritas pekerjaan di Tujuh Bukit dilaksanakan oleh PT Bumi Suksesindo, dengan dukungan PT Merdeka Teknik Servis (MTS) melalui skema kontrak kerja.

Selama kuartal II-2026, sebanyak tujuh rig Diamond Drill (DD) menyelesaikan 35 lubang bor dengan total kedalaman 7.509,8 meter, sementara enam lubang lainnya masih dalam proses pengeboran dengan total kedalaman 1.469,1 meter.

Selain pengeboran, Perseroan juga melakukan survei geofisika Induced Polarisation (IP) di wilayah Timur Salakan dan Lompongan yang mencakup 10 lintasan dengan total panjang 14 kilometer. 

Adapun survei ground magnetic dilakukan di Candrian, Lompongan, Gua Macan, dan Salakan melalui 59 lintasan dengan total panjang 68,8 kilometer.

Sementara itu, kegiatan eksplorasi di Tambang Tembaga Wetar menghabiskan dana sekitar Rp330 juta. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh MTS dengan fokus pada persiapan survei geofisika Induced Polarisation (IP).

Hingga akhir kuartal II-2026, perseroan telah menyelesaikan persiapan lintasan survei sepanjang 8,9 kilometer dari total target 72 kilometer.

Adapun proyek Damai Suksesindo (DSI) menyerap anggaran sekitar Rp220 juta. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh DSI dengan dukungan MTS.

Perseroan menyatakan, area-area prospek telah berhasil diidentifikasi sebagai target eksplorasi rinci pada tahap berikutnya. Namun, kegiatan eksplorasi lapangan di DSI masih dihentikan menyusul persetujuan masa penangguhan selama satu tahun yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Selama masa penangguhan tersebut, DSI akan melanjutkan kajian berbasis data (desktop study), termasuk evaluasi data geologi dan re-interpretasi data geofisika untuk mendukung pengembangan proyek. 

(DESI ANGRIANI)

SHARE