MARKET NEWS

Elnusa (ELSA) Raih Dua Proyek Seismik 3D di Sumsel, Perkuat Pasar di Luar Pertamina Group

Rahmat Fiansyah 04/09/2026 09:50 WIB

PT Elnusa Tbk (ELSA) kembali memperkuat pasar non-captive untuk mengerjakan dua proyek survei seismik 3D di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

PT Elnusa Tbk (ELSA) kembali memperkuat pasar non-captive untuk mengerjakan dua proyek survei seismik 3D di Sumatera Selatan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, kembali memperkuat pasar non-captive setelah memperoleh kepercayaan pelanggan di luar Pertamina Group untuk mengerjakan dua proyek survei seismik 3D di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kedua proyek tersebut mencakup area sekitar 150 kilometer persegi (km2) dan ditargetkan selesai pada awal 2027. Pekerjaan ini melanjutkan dua proyek survei seismik 3D sebelumnya dengan total area 365 km2 di wilayah yang berdekatan.

Dengan demikian, secara kumulatif rangkaian pekerjaan dari pelanggan yang sama tersebut mencakup area sekitar 515 km2. Keberlanjutan proyek ini menjadi salah satu bentuk kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan Elnusa dalam mengelola pekerjaan seismik dengan kompleksitas teknis dan operasional yang tinggi.

Pengembangan pasar di luar ekosistem Pertamina menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan utilisasi aset dan kompetensi, serta membuka sumber pertumbuhan baru.

Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji mengatakan, keberlanjutan kepercayaan pelanggan menunjukkan kapabilitas yang dibangun perseroan mampu bersaing di pasar eksternal.

"Bagi kami, proyek non-captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa. Kepercayaan untuk kembali mengerjakan proyek di area yang berdekatan menunjukkan bahwa teknologi, kompetensi personel, serta kualitas eksekusi yang kami bangun dapat memberikan value bagi pelanggan. Strategi kami adalah terus mengonversi keunggulan tersebut menjadi peluang pasar dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Rustam dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengoptimalkan teknologi STRYDE Nimble Seismic System sebagai bagian dari penguatan teknologi seismik generasi terbaru yang dilakukan perseroan sejak awal 2026. Sebelumnya, Elnusa telah melakukan investasi strategis berupa 25.000 STRYDE Range+ Nodes yang didukung STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System.

Kombinasi teknologi tersebut memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam desain dan pelaksanaan survei, mendukung pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk akuisisi seismik 2D maupun 3D.

Teknologi nodal tersebut juga mendukung akuisisi data seismik dengan kepadatan tinggi dan kualitas yang lebih baik, mempercepat siklus survei, serta meningkatkan efisiensi operasi. Perangkat yang ringkas dan fleksibel memberikan keunggulan dalam menghadapi kondisi lapangan yang kompleks dan akses yang terbatas.

Keunggulan tersebut relevan dengan karakter dua proyek di Kabupaten Musi Banyuasin yang melintasi beragam kondisi area, mulai dari kawasan hutan, aliran sungai, area pertambangan, hingga permukiman masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan perencanaan survei yang adaptif, kesiapan personel dan teknologi, serta pengelolaan operasi yang disiplin.

Elnusa juga memastikan aspek HSSE, kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan, serta komunikasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan setempat menjadi bagian integral dalam setiap tahapan pekerjaan.

Penguatan bisnis geoscience tersebut sejalan dengan arah strategis Elnusa untuk menjadikan teknologi dan inovasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan. Kapabilitas seismik Elnusa ditopang teknologi terkini serta pengalaman dalam mengelola berbagai proyek onshore maupun offshore dengan skala dan karakteristik yang beragam.

"Kami ingin memastikan setiap investasi teknologi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang semakin optimal. Artinya, teknologi tidak berhenti sebagai peningkatan kapabilitas, tetapi harus mampu meningkatkan efisiensi, menjawab kebutuhan pelanggan, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan nilai jangka panjang bagi perseroan dan pemegang saham," ujar Rustam.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE