MARKET NEWS

Elnusa (ELSA) Siapkan Strategi Pacu Produksi Migas 1 Juta Barel 

Desi Angriani 14/03/2026 15:35 WIB

ELSA menyiapkan sejumlah strategi dalam mendukung pencapain target produksi minyak nasional 1 juta barel per hari.

Elnusa (ELSA) Siapkan Strategi Pacu Produksi Migas 1 Juta Barel (Foto: dok Elnusa)

IDXChannel – PT Elnusa Tbk (ELSA) menyiapkan sejumlah strategi dalam mendukung pencapain target produksi minyak nasional 1 juta barel per hari atau 1 million barrels oil per day (BOPD).

Strategi bisnis ini berfokus pada empat pilar utama peningkatan produksi migas meliputi Routine Work Program, acceleration from reserve to production, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta eksplorasi.

Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo mengatakan, implementasi keempat pilar tersebut memiliki tantangan tersendiri antara lain meningkatnya biaya eksplorasi dan produksi, tingginya risiko subsurface yang memengaruhi potensi penemuan cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah matang.

“Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis perseroan ke depan,” ujar Arief dalam keterbukaan informasi, Jumat (14/3/2026).

Dalam mendukung pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), Elnusa berkolaborasi dengan Pertamina bersama Subholding Upstream untuk mengembangkan Chemical EOR (CEOR) serta teknologi Vibroseis EOR. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan perolehan minyak pada lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

Selain itu, perseroan juga mendorong pengembangan fasilitas blending serta meningkatkan penggunaan material domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.

Pada aspek percepatan konversi cadangan menjadi produksi, Elnusa menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah atau low-cost operation. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan lapangan yang sebelumnya tidak ekonomis agar dapat dimonetisasi dan diproduksikan secara lebih efisien.

Sementara pada program pekerjaan rutin, perseroan mengoptimalkan integrasi multi-bisnis melalui layanan workover dan well intervention terintegrasi guna menjaga keberlanjutan produksi lapangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Strategi tersebut ditopang oleh portofolio bisnis Elnusa yang terdiversifikasi dalam tiga segmen utama, yakni jasa hulu migas terintegrasi, penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi, serta jasa penunjang migas.

Sepanjang 2025, perseroan mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, Oil Country Tubular Goods (OCTG), fabrikasi dan konstruksi, marine vessel dan barge, hingga distribusi energi.

Pada segmen penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi, Elnusa juga mencatat pertumbuhan volume angkutan bahan bakar minyak (BBM) lebih dari 22 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional.

Perseroan juga terus memperluas cakupan layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.

Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga mendorong diversifikasi portofolio usaha melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor nonmigas seperti batu bara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk proyek pengiriman ke Aljazair melalui kerja sama dengan mitra strategis.

Arief menambahkan, strategi pengembangan usaha tersebut juga tercermin dari perolehan kontrak perseroan sepanjang 2025 yang tetap kuat di tengah dinamika industri hingga memasuki 2026.

“Karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi,” tutur Arief.

(DESI ANGRIANI)

SHARE