MARKET NEWS

ELPI Setujui Dividen Rp126 Miliar, Siapkan Rights Issue untuk Ekspansi Bisnis

Shifa Nurhaliza Putri 10/03/2026 12:24 WIB

ELPI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp126 miliar kepada pemegang saham dalam RUPSLTB yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026.

ELPI Setujui Dividen Rp126 Miliar, Siapkan Rights Issue untuk Ekspansi Bisnis. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp126 miliar kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSTLB) yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Nilai tersebut setara Rp17 per saham atau sekitar 59,07 persen dari laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Perseroan mencatat tren kenaikan dividen dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, ELPI membagikan dividen sebesar Rp46,69 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp100,06 miliar atau Rp13,50 per saham pada 2024.

Selain menyetujui pembagian dividen, rapat juga menyetujui rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Dalam aksi tersebut, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 2.112.420.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Harga pelaksanaan rights issue akan ditetapkan setelah Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam rencana ini, pemegang saham pendiri tidak akan mengambil bagian haknya dan dialihkan kepada GMT Kapital Asia dan/atau pihak lainnya.

Perseroan memastikan porsi kepemilikan masyarakat tetap sebesar 15 persen. Apabila saham yang ditawarkan kepada publik tidak terserap seluruhnya, telah disiapkan pihak pembeli siaga (standby buyer).

Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk mendukung likuiditas umum, belanja modal (capital expenditure/capex), serta modal kerja Perseroan.

Untuk tahun 2026, ELPI menganggarkan belanja modal sekitar Rp1,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 triliun akan dialokasikan untuk diversifikasi bisnis pada sektor Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) serta subsea.

Sementara itu, sekitar Rp500 miliar lainnya akan digunakan untuk pengadaan lima unit kapal Offshore Support Vessel (OSV) guna memperkuat armada operasional Perseroan.

Manajemen ELPI menyebut kedua langkah diversifikasi bisnis tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan dan finalisasi. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja Perseroan ke depan.

Salah satu proyek yang tengah dijalankan adalah kontrak Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) yang diperoleh pada akhir Desember lalu. Kontrak tersebut memiliki nilai sekitar Rp2,39 triliun dengan durasi kerja sama selama 18 tahun dan akan melibatkan enam kapal baru.

Kontrak FLNG tersebut dijalankan melalui kerja sama antara ELPI dan PT Layar Nusantara Gas yang merupakan entitas anak dari Genting Oil and Gas asal Malaysia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi ELPI dalam mendukung pengembangan industri energi dan jasa maritim di Indonesia.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE