MARKET NEWS

EPAC Ekspansi ke Surabaya, Bidik Pertumbuhan Penjualan 15 Persen hingga 2028

Rahmat Fiansyah 07/09/2026 10:21 WIB

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk atau MES (EPAC) menyiapkan ekspansi bisnis dengan membuka fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027.

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk atau MES (EPAC) menyiapkan ekspansi bisnis dengan membuka fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk atau MES (EPAC) menyiapkan ekspansi bisnis dengan membuka fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027. Ekspansi tersebut dilakukan melalui anak usahanya, PT Epac Flexibles Indonesia (EFI), yang mengoperasikan bisnis kemasan fleksibel berbasis teknologi digital printing.

Perseroan memproyeksikan ekspansi fasilitas produksi di Surabaya dapat mendukung pertumbuhan penjualan tahunan dua digit hingga tiga tahun mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi EPAC untuk memperkuat bisnis kemasan fleksibel berbasis digital printing sekaligus meningkatkan kinerja keuangan perseroan.

Saat ini, EPAC menjalankan bisnis kemasan fleksibel melalui dua metode produksi. Perseroan memproduksi kemasan fleksibel konvensional dengan teknologi cetak rotogravure melalui MES, sementara EFI mengoperasikan bisnis kemasan fleksibel dengan teknologi digital printing.

Dengan adanya dua metode produksi tersebut, EPAC dapat menawarkan fleksibilitas kepada pelanggan, baik dari sisi kuantitas pesanan maupun harga. Namun, hingga kuartal II-2026, perseroan masih menghadapi tantangan untuk mencatatkan keuntungan secara konsolidasi.

EPAC sebelumnya menjelaskan salah satu faktor yang membebani kinerja konsolidasi berasal dari operasional fasilitas produksi MES. Oleh karena itu, perseroan berencana menghentikan operasi fasilitas produksi konvensional tersebut per 31 Desember 2026.

Setelah penghentian tersebut, bisnis kemasan fleksibel EPAC akan sepenuhnya difokuskan melalui platform digital printing EFI yang saat ini beroperasi di Tangerang dan nantinya diperluas ke Surabaya.

Perseroan menilai transformasi tersebut dapat meningkatkan laba kotor, laba operasional, EBITDA, serta laba bersih setiap tahun. Proyeksi itu memperhitungkan dampak penghentian operasi MES dan ekspansi fasilitas produksi EFI untuk periode 2027 hingga 2030.

“Dengan adanya pembukaan fasilitas produksi baru, perseroan memproyeksi kapasitasnya untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan tahunan di kisaran 15 persen sampai tahun 2028,” kata manajemen PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan proyeksi setelah memperhitungkan dampak penghentian fasilitas MES dan ekspansi usaha tersebut, perseroan memperkirakan nilai wajar saham EPAC sebesar Rp163 per saham. Valuasi tersebut menggunakan kombinasi metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Multiple EBITDA.

Manajemen menyatakan proyeksi tersebut merupakan forward-looking statement yang mencerminkan pandangan dan ekspektasi perseroan terhadap kondisi serta perkembangan usaha pada masa mendatang. Realisasi kinerja dapat berbeda secara material dari proyeksi tersebut.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE