Erajaya (ERAA) Tetapkan Dividen Rp389,6 Miliar, Setara Rp25 per Saham
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menetapkan dividen sebesar Rp389,6 miliar atau Rp25 per saham untuk tahun buku 2025.
IDXChannel - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menetapkan dividen sebesar Rp389,6 miliar untuk tahun buku 2025. Besaran dividen tersebut setara Rp25 per saham.
Perusahaan raksasa ritel milik keluarga Aguan itu mencatat kinerja positif pada tahun lalu dengan membukukan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun. Sedangkan laba kotor mencapai Rp8,35 triliun dengan laba bersih Rp1,19 triliun.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Senin (29/6/2026), pemegang saham menyetujui usulan dividen sebesar Rp25 per saham atau sekitar 32,6 persen dari laba bersih.
Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula menegaskan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja perseroan yang solid sepanjang tahun 2025.
"Kami akan terus memperkuat strategi diversifikasi dan inovasi bisnis, sehingga Erajaya dapat tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan menjaga pertumbuhan jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pertumbuhan bisnis Erajaya terus didukung strategi diversifikasi melalui bisnis digital, international business, active lifestyle, serta food & nourishment. Kontribusi bisnis digital, terutama dari penjualan smartphone masih menjadi terbesar dengan porsi 74 persen.
Kinerja positif Erajaya terus berlanjut pada awal 2026, seiring momentum ekspansi perseroan. Pada kuartal I-2026, Erajaya mencatat penjualan bersih Rp22,4 triliun, naik 41,1 persen secara tahunan.
Perseroan terus memperkuat ekosistem omnichannel dengan lebih dari 2.400 jaringan ritel dan 17,5 juta anggota program loyalitas MyEraspace. Ke depan, Erajaya akan memperluas jaringan ritel, mengembangkan portofolio bisnis, memperkuat kemitraan strategis, serta menjalankan inisiatif ESG demi mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)