MARKET NEWS

Fokus Bisnis Konstruksi, Adhi Karya (ADHI) Bakal Lepas Kepemilikan Jalan Tol hingga Penyediaan Air

Iqbal Dwi Purnama 10/09/2026 01:00 WIB

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemegang saham agar perseroan kembali fokus atau back to core pada bisnis kontraktor.

Fokus Bisnis Konstruksi, Adhi Karya (ADHI) Bakal Lepas Kepemilikan Jalan Tol hingga Penyediaan Air. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal merampingkan portofolio bisnisnya dengan melepas sejumlah kepemilikan pada bisnis yang dinilai tidak sejalan dengan bisni inti perseroan. Langkah ini mencakup sejumlah sektor, mulai dari jalan tol hingga bisnis penyediaan air.

Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemegang saham agar perseroan kembali fokus atau back to core pada bisnis kontraktor.

"Sesuai dengan arahan pemegang saham, ADHI back to core, sehingga bisnis yang tidak inline atau tidak sejalan seluruhnya akan dilakukan proses divestasi," ujar Rozi dalam public expose live 2026, Rabu (9/9/2026).

Rozi menjelaskan, saat ini struktur ADHI Karya Group terdiri dari 18 entitas, yang mencakup tujuh perusahaan anak dan 10 perusahaan afiliasi yang merupakan pemegang saham minoritas, serta 1 cucu usaha di bawah Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Dari sejumlah perusahaan afiliasi tersebut, ADHI memiliki enam entitas yang bergerak dalam portofolio jalan tol. Beberapa di antaranya adalah Jasamarga Jogja Solo, Jasamarga Jogja Bawen, Jasamarga Akses Patimban, PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) selaku operator tol Bogor-serpong, Jakarta Metro Express yang merupakan salah satu portofolio di JORR Elevated, serta Jasamarga Bali Tol.

Untuk portofolio jalan tol, kepemilikan ADHI antara lain tercatat sebesar 47,18 persen pada Jasamarga Solo Joga, 25,50 persen pada Jasamarga Jogja Bawen, 7,22 persen pada entitas Jasamarga Akses Patimban, 12 persen pada BSIS, 4,81 persen untuk Jakarta Metro Expressway, dan 0,79 persen untuk Jasamarga Bali Tol.

"Jadi memang yang tidak inline dengan core kompetensi, apapun bentuknya, baik itu air, energi, maupun jalan tol, dan kami juga punya 3 aset hotel yang saat ini dioperasikan anak perusahaan, ini merupakan satu bagian dalam program divestasi," ujar dia.

Selain jalan tol, ADHI juga memiliki portofolio pada sektor air melalui Karian Water Services di Tangerang dengan kepemilikan saham 20,34 persen, dan kepemilikan di Indonesia American Water Company (IAWCO) atau PT Perusahaan Air Indonesia Amerika sebesar 25 persen.

Perseroan juga memiliki perusahaan bersama yang bergerak di bidang penyediaan logistik melalui Karian Logistik Nusantara, yang secara spesifik mendukung pengadaan untuk proyek IKN dan TPPI.

Menurut Rozi, tidak ada sektor tertentu yang secara khusus dikecualikan dari program divestasi. Penentuan aset atau perusahaan yang dilepas akan mengacu pada kesesuaiannya dengan core competence ADHI.

Dengan demikian, kepemilikan ADHI di sektor yang berada di luar fokus utama perseroan berpotensi masuk dalam agenda streamlining. Termasuk di dalamnya portofolio jalan tol maupun bisnis di sektor air yang dinilai tidak sejalan dengan arah back to core.

Perseroan menargetkan setidaknya tiga anak perusahaan dapat didivestasi pada 2026, sementara penataan terhadap entitas lainnya akan dilanjutkan dan ditargetkan tidak lewat dari 2027.

Hasil dari aksi divestasi tersebut nantinya menjadi salah satu bagian dari upaya restrukturisasi perseroan, sekaligus mendukung langkah ADHI untuk kembali memusatkan bisnisnya pada kompetensi inti sebagai perusahaan kontraktor.

(NIA DEVIYANA)

SHARE