Fokus Go Regional, Chandra Asri Kantongi Pendapatan USD5,3 Miliar di Semester I-2026
TPIA juga berhasil melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas Cold Storage.
IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengonfirmasi perolehan pendapatannya sebesar USD5,3 miliar di sepanjang semester I-2026 lalu, melonjak hingga 83,6 persen dibanding realisasi pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya, yang masih sebesar USD2,9 miliar.
Dari perolehan pendapatan tersebut, entitas bisnis di bawah naungan Barito Group itu mampu menyisihkan laba bersih sebesar USD371,2 juta, dengan torehan EBITDA sebesar USD802,6 juta.
"Capaian (kinerja) ini mencerminkan resiliensi model bisnis terintegrasi kami, di tengah volatilitas industri petrokimia global, dengan didukung oleh diversifikasi portofolio di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, melalui disiplin eksekusi, integrasi aset strategis, dan ekspansi bisnis yang berkelanjutan," ujar Direktur TPIA, Andre Khor, dalam keterangan resminya, Kamis (30/6/2026).
Di tengah volatilitas industri global, menurut Andre, pihaknya tidak hanya berfokus pada menjaga capaian kinerja jangka pendek, namun juga sekaligus memastikan setiap langkah transformasi dapat dijalankan secara disiplin, demi membangun fondasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi.
Ke depan, Andre menjelaskan, pihaknya akan tetap fokus dalam menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis, seperti pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC), guna memperkuat daya saing TPIA di pasar regional Asia Tenggara.
Program CA-EDC sendiri, disebut Andre, sengaja dilakukan demi memperluas kapabilitas regional Perseroan di sektor bisnis kimia, di mana proses pembangunannya telah mencapai 72 persen, dan telah memasuki fase pembangunan infrastruktur utama, di mana target operasional komersial sejak awal telah dipatok pada 2027 mendatang.
Tak hanya itu, Perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta, yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.
Sedangkan, di sektor Energi, TPIA juga berhasil melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas Cold Storage, yang memperluas kapabilitas mobilitas energi serta efisiensi rantai pasok.
Di lain pihak, Perseroan juga akan melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom yang tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan IV-2026.
"Kedua fasilitas tersebut kami proyeksikan dapat nambah EBITDA sekitar USD20 juta per bulan, sehingga semakin meningkatkan kontribusi bisnis energi terhadap kinerja Perseroan," ujar Andre.
Sedangkan pada sektor Infrastruktur, TPIA juga terus menjadi salah satu mesin pertumbuhan Grup melalui ekspansi bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, logistik, serta maritim.
Dalam hal ini, CDI memperluas kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75 persen, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah yang semakin memperkuat kapabilitas logistik Perseroan.
Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI serta mulai beroperasinya Aster Ports & Terminals sejak 1 Juli 2026 semakin memperkuat fondasi baru bagi pengembangan platform infrastruktur regional.
Dengan portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, proyek-proyek strategis yang terus berjalan sesuai rencana, serta disiplin keuangan yang tetap terjaga, Andre yakin bahwa pihaknya telah berada pada posisi yang semakin kuat guna menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dalam hal ini, fokus TPIA adalah memperkuat daya saing regional, menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan serta mendukung pengembangan industri dan ketahanan ekonomi di Asia Tenggara.
"Seluruh langkah tersebut sengaja kami dorong terus, guna memperkuat positioning Chandra Asri Group sebagai penyedia solusi industri terintegrasi, sebagai bagian dari strategi transformasi menjadi pemimpin regional di sektor energi, kimia dan infrastruktur," ujar Andre.
(taufan sukma)