Free Float Tembus 25,7 Persen, Begini Prospek Saham TPIA Versi Analis
meningkatnya free float TPIA juga menambah kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut ketika melakukan aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan.
IDXChannel – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengonfirmasi adanya perubahan komposisi kepemilikan dalam struktur pemegang sahamnya, di mana hal tersebut telah mendongkrak porsi kepemilikan publik (free float) menjadi 25,7 persen.
Porsi tersebut jauh melebihi batas free float minimal berdasarkan aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yang telah ditetapkan sebesar 15 persen, sebagai bentuk upaya meningkatkan likuiditas perdagangan, membentuk harga pasar yang wajar, dan memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG).
"Karenanya, dengan porsi free float TPIA yang telah melebihi aturan yang ditetapkan, hal ini tentu menjadi daya tarik yang lebih besar bagi investor, khususnya dari kalangan institusi," ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).
Meningkatnya daya tarik tersebut, menurut Nafan, merupakan sebuah konsekuensi logis dari porsi saham publik yang semakin besar, lantaran berpotensi mendorong saham TPIA menjadi semakin aktif diperdagangkan.
Nafan menjelaskan, kalangan investor institusi seperti dana pensiun, manajer investasi, maupun global funds umumnya memiliki kriteria tertentu dalam berinvestasi, salah satunya terkait tingkat free float.
Sehingga ketika free float suatu saham telah berada di atas ambang batas tertentu, misalnya di atas 15 persen, maka saham tersebut bakal dinilai lebih layak untuk dijadikan sebagai sasaran investasi mereka.
"Dengan demikian, dalam kondisi saat ini, peluang masuknya dana besar atau big money ke saham TPIA menjadi lebih terbuka," ujar Nafan.
Tak hanya itu, Nafan juga menyatakan bahwa besarnya porsi free float merupakan salah satu dari variabel penting dalam perhitungan bobot indeks global, seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan juga Financial Times Stock Exchange (FTSE).
Dengan begitu, maka peningkatan porsi saham publik berpotensi meningkatkan bobot TPIA dalam indeks-indeks tersebut.
"Jika itu terjadi, maka dapat memicu aksi beli dari passive funds yang menjadikan MSCI maupun FTSE sebagai acuan investasi," ujar Nafan.
Lebih lanjut, Nafan juga menekankan bahwa meningkatnya free float TPIA juga menambah kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut ketika melakukan aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan, misalnya melalui rights issue maupun penerbitan obligasi.
Dengan basis investor yang lebih luas dan likuiditas saham yang lebih baik, maka peluang perusahaan untuk memperoleh dukungan pasar juga relatif bakal semakin besar.
Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi tertanggal 27 Mei 2026, BEI telah mengumumkan 26 emiten yang masuk dalam daftar Papan Utama, termasuk TPIA dari yang sebelumnya tercatat di Papan Pengembangan.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan apresiasinya kepada BEI atas kepercayaan yang diberikan kepada Perseroan.
"Kami berterima kasih kepada Bursa Efek Indonesia atas kepercayaan yang diberikan melalui peninjauan kembali status pencatatan saham TPIA ke Papan Utama," ujar Erwin, dalam kesempatan terpisah.
Pencapaian ini, menurut Erwin, mencerminkan komitmen Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis, menerapkan tata kelola yang baik, dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Erwin.
Erwin menambahkan, pencatatan di Papan Utama menjadi momentum bagi Chandra Asri Group untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan melalui penguatan portofolio bisnis energi, kimia, dan infrastruktur.
Ke depan, Erwin menyatakan bahwa pihaknya bakal terus berfokus pada penguatan kinerja operasional, peningkatan daya saing, pengembangan bisnis secara berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja.
"Melalui strategi pertumbuhan, kami berkomitmen untuk memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujar Erwin.
(taufan sukma)