MARKET NEWS

Gagal Lolos Surveillance Screen, ALII dan SILO Dicoret FTSE

TIM RISET IDX CHANNEL 15/09/2026 08:59 WIB

Dua saham Indonesia harus keluar dari konstituen indeks FTSE Russell setelah dinyatakan gagal memenuhi salah satu persyaratan kelayakan indeks

Gagal Lolos Surveillance Screen, ALII dan SILO Dicoret FTSE. (Foto: Shutterstock)

IDXChannel – Dua saham Indonesia harus keluar dari konstituen indeks FTSE Russell setelah dinyatakan gagal memenuhi salah satu persyaratan kelayakan indeks, yakni surveillance stock screen.

Berdasarkan dokumen FTSE Russell Index Constituents Deleted for Failing Specific Eligibility Screens yang diperbarui pada 14 September 2026, dua saham tersebut adalah PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

Keduanya tercatat dalam kelompok indeks yang berbeda. ALII merupakan konstituen FTSE GEIS Micro Cap, sedangkan SILO masuk dalam FTSE GEIS Small Cap.

FTSE Russell menyatakan saham-saham dalam daftar tersebut sebelumnya telah memenuhi ambang batas kapitalisasi pasar dan likuiditas untuk indeks masing-masing, tetapi gagal dalam pemeriksaan kelayakan (elligibility screen) tertentu pada evaluasi indeks September 2026.

Atas hasil tersebut, saham terkait akan dihapus atau tidak ditambahkan ke indeks FTSE Russell yang bersangkutan mulai pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026. Perubahan ini tercermin dalam dokumen indeks untuk periode enam bulan hingga 21 Agustus 2026.

Selain ALII dan SILO, daftar tersebut juga mencakup sejumlah saham dari India, Korea Selatan, Taiwan, dan Turki. Namun, Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak dengan dua konstituen yang dinyatakan gagal dalam surveillance stock screen.

Penghapusan dari indeks global berpotensi menjadi perhatian investor, terutama karena perubahan konstituen indeks dapat memengaruhi aliran dana pada saham yang bersangkutan dari investor atau dana yang menggunakan indeks sebagai acuan.

Untuk ALII, penghapusan terjadi dari FTSE GEIS Micro Cap. Sementara SILO menghadapi perubahan dari FTSE GEIS Small Cap. Kedua saham tersebut kini perlu diperhatikan menjelang tanggal efektif rebalancing pada 21 September mendatang. (Aldo Fernando)

SHARE