MARKET NEWS

Gajah Tunggal (GJTL) Bukukan Laba Rp1,24 Triliun pada 2025, Naik Tipis 4,7 Persen

Shifa Nurhaliza Putri 31/03/2026 14:25 WIB

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada 2025 meski penjualan mengalami sedikit penurunan.

Gajah Tunggal (GJTL) Bukukan Laba Rp1,24 Triliun pada 2025, Naik Tipis 4,7 Persen. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada 2025 meski penjualan mengalami sedikit penurunan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Selasa (31/3/2026), laba bersih tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp1,24 triliun, meningkat 4,7 persen dibandingkan Rp1,18 triliun pada 2024 secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, penjualan bersih perusahaan tercatat Rp17,66 triliun atau turun sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp18,03 triliun.

Dari sisi operasional, beban pokok penjualan sedikit menurun menjadi Rp14,11 triliun dari Rp14,15 triliun pada 2024. Namun demikian, laba kotor tercatat turun 8,4 persen yoy menjadi Rp3,55 triliun dari sebelumnya Rp3,88 triliun.

Beban penjualan dan administrasi relatif stabil masing-masing di kisaran Rp983 miliar dan Rp775 miliar. Di sisi lain, beban keuangan turun signifikan 33,7 persen menjadi Rp454 miliar dari Rp685 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatatkan keuntungan selisih kurs sebesar Rp96 miliar, berbalik dari kerugian kurs Rp34,8 miliar pada 2024.

Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak Gajah Tunggal tercatat naik tipis 4,3 persen yoy menjadi Rp1,63 triliun. Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp384 miliar, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp1,24 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 5,4 persen menjadi Rp21,67 triliun dari Rp20,56 triliun pada tahun sebelumnya. Aset lancar tercatat turun 5,9 persen menjadi Rp8,79 triliun, terutama dipengaruhi penurunan kas dan setara kas dari Rp1,04 triliun menjadi Rp925 miliar serta penurunan persediaan.

Sebaliknya, aset tidak lancar meningkat 14,8 persen menjadi Rp12,88 triliun, didorong kenaikan aset tetap bersih dari Rp8,96 triliun menjadi Rp10,56 triliun.

Di sisi kewajiban, total liabilitas naik tipis 0,95 persen menjadi Rp11,21 triliun. Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp5,31 triliun dari Rp8,04 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang melonjak 92 persen menjadi Rp5,90 triliun dari Rp3,07 triliun, terutama karena peningkatan utang bank jangka panjang.

Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat 10,6 persen menjadi Rp10,46 triliun dari Rp9,46 triliun, seiring kenaikan saldo laba menjadi Rp8,15 triliun dari Rp7,10 triliun.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE