Gandeng BYD, Asuransi Digital (YOII) Pasang Target Pertumbuhan Pendapatan hingga 150 Persen
sinergi YOII bersama BYD ini dapat dipahami sebagai bukti nyata atas transformasi Perseroan dalam mengadopsi inovasi teknologi terkini.
IDXChannel - PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) secara resmi mengumumkan langkah ekspansinya di sektor asuransi kendaraan ramah lingkungan dengan menjalin kemitraan strategis bersama raksasa kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China, BYD.
Langkah ekspansi ini dilakukan bersamaan dengan momentum Perseroan yang tengah menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD), alias rights issue, guna memperkuat modal kerja sekaligus memenuhi ketentuan ekuitas minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp250 miliar pada akhir 2026.
Dengan memanfaatkan tren pertumbuhan penjualan mobil listrik nasional yang didorong oleh insentif pemerintah serta masifnya pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), YOII memposisikan diri sebagai pemain utama dengan menyediakan proteksi komprehensif bagi pemilik kendaraan listrik di Tanah Air.
"Dominasi BYD di pasar EV Indonesia, yang kini didukung oleh fasilitas manufaktur lokal, menjadi katalisator bagi kami untuk mengoptimalkan lini bisnis kendaraan bermotor yang pada awal 2026 ini mencatatkan pertumbuhan industri sebesar 9,97 persen," ujar Corporate Secretary YOII, Rahmat Dwiyanto, dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Rahmat, posisi BYD di pasar otomotif nasional kini telah memiliki keunggulan kompetitif, sehingga mulai mampu melampaui volume penjualan segmen kendaraan listrik dari pabrikan besar, seperti Toyota, Honda, hingga Hyundai.
Kondisi ini, dalam pandangan Rahmat, dapat memberikan dampak instan terhadap performa keuangan Perseroan secara keseluruhan, di mana efek dominasi BYD tersebut langsung tercermin pada pertumbuhan pendapatan YOII di triwulan I-2026.
"Integrasi produk asuransi dengan unit-unit BYD yang laku keras di pasar menjadi kontributor utama terhadap kenaikan premi kami di tiga bulan pertama 2026," ujar Rahmat.
Berbeda dengan pendekatan pada kendaraan konvensional, kemitraan ini mengedepankan integrasi teknologi digital dan embedded insurance, di mana proteksi asuransi hadir sebagai satu kesatuan dengan ekosistem digital kendaraan tersebut.
Sinergi ini juga sejalan dengan profil nasabah digital YOII yang semakin purpose-driven dan menginginkan produk asuransi yang relevan dengan gaya hidup modern serta ramah lingkungan.
Bagi Rahmat, sinergi YOII bersama BYD ini dapat dipahami sebagai bukti nyata atas transformasi Perseroan dalam mengadopsi inovasi teknologi terkini, di mana YOII hadir dengan solusi asuransi yang khusus dirancang untuk seluruh ekosistem kendaraan listrik.
"Kami tidak hanya menawarkan proteksi, tapi juga integrasi data yang lebih akurat untuk meminimalisasi risiko operasional. Kami sangat serius dengan adanya rights issue ini, di mana YOII akan bertransformasi penuh di 2026 dengan memperkuat pilar distribusi di sektor-sektor strategis seperti EV ini," ujar Rahmat.
Guna mendukung rencana ambisius tersebut, Rahmat menjelaskan, pihaknya telah memasang target perolehan dana sebesar Rp68,49 miliar melalui rights issue dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Dari perolehan dana tersebut, sekitar 90 persen di antaranya bakal dialokasikan untuk kegiatan pemasaran guna meningkatkan penetrasi produk asuransi digital, termasuk promosi produk khusus EV hasil kerjasama dengan BYD. Sementara 10 persen lagi sisanya akan difokuskan pada penguatan infrastruktur teknologi dan keamanan data.
Di lain pihak, masuknya Qoala Technology Pte. Ltd. sebagai pembeli siaga, telah berkomitmen menyerap hak dari pemegang saham utama, sehingga semakin memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Perseroan untuk mencapai target ekuitas hingga Rp270 miliar.
Dengan performa premi yang telah tumbuh 123,64 persen di 2025 dan berlanjut tumbuh 5,7 persen pada triwulan I-2026, YOII sangat yakin diversifikasi ke lini asuransi kendaraan listrik akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan dengan target proyeksi kenaikan pendapatan hingga 150 persen.
Pilihan strategi untuk fokus pada produk asuransi mikro yang sederhana namun relevan (bite-size insurance) diharapkan dapat menjangkau basis pengguna BYD yang luas di seluruh Indonesia.
"Melalui kombinasi penguatan modal dan kemitraan global ini, YOII siap mengukuhkan posisinya sebagai pionir asuransi digital yang tangguh dalam menghadapi dinamika ekonomi dan perubahan tren gaya hidup masyarakat di 2026," ujar Rahmat.
(taufan sukma)