Gandeng Moratelindo (MORA), Triasmitra (KETR) Gelar Kabel Fiber Optik Bawah Laut Rising 8
PT Ketroseden Triasmitra Tbk (KETR) melalui anak usahanya, PT Jejaring Mitra Persada memulai penggelaran kabel fiber optik bawah laut.
IDXChannel - PT Ketroseden Triasmitra Tbk (KETR) melalui anak usahanya, PT Jejaring Mitra Persada memulai penggelaran kabel fiber optik bawah laut, Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Batam Singapura (SKKL) Rising 8.
Dalam proyek itu, Triasmitra menggandeng mitra stratagis PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA). Proses penggelaran menggunakan kapal Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari dengan tahap pertama difokuskan pada segmen Jakarta-Batam sepanjang 1.053,5 kilometer (km).
Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi menilai, SKKL Rising 8 merupakan proyek strategis perseroan yang memiliki nilai signifikan. Dia menilai, penggelaran SKKL Rising 8 dengan CLV Bentang Bahari menandai era baru kemandirian Indonesia di sektor infrastruktur kabel laut.
"Dengan kapasitas 25 Tbps per fiber pair serta kendalipenuh atas operasional, kami optimistis proyek ini tidak hanya meningkatkan konektivitas digital Indonesia-Singapura, tetapi juga memposisikan Triasmitra sebagai pemain regional yang kompetitif dengan standar operasional kelas dunia," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (23/1/2026).
Titus mengatakan, penggelaran akan dimulai pada pekan ini. Perseroan berkomitmen menyelesaikan penggelaran segmen pertama ini tepat waktu pada akhir kuartal I-2026.
SKKL Rising 8 mengadopsi teknologi repeatered submarine cable system berkapasitas tinggi dengan total kapasitas mencapai 400 Terabit per second (Tbps), menjadikannya salah satu sistem kabel laut berkapasitas besar di kawasan regional.
Sistem ini menggunakan kabel bawah laut berkualitas tinggi produksi Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW), Jerman, pabrik milik Prysmian Group yang telah berpengalaman lebih dari 125 tahun dalam pembuatan kabel bawah laut. Infrastruktur tersebut terintegrasi dengan 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks (ASN), Prancis, yang dirancang untuk mendukung 16 fiber pairs dengan kapasitas total minimum 400 Tbps.
Titus menekankan bahwa proyek SKKL Rising 8 telah memperoleh seluruh perizinan yang dipersyaratkan dari instansi pemerintah terkait, khususnya Izin Lingkungan (AMDAL) yang menegaskan bahwa seluruh tahapan penggelaran kabel laut telah melalui kajian komprehensif terhadap aspek ekologi laut, keselamatan pelayaran, serta perlindungan kawasan pesisir dan biota laut, sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini didukung oleh tenaga-tenaga ahli berpengalaman yang dikembangkan secara berkelanjutan oleh Perusahaan, mencerminkan komitmen kuat terhadap penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi, dan keandalan pelaksanaan proyek strategis nasional. Seluruh kegiatan penggelaran juga akan diawasi oleh berbagai instansi pemerintah berwenang, melalui penugasan pengawas resmi yang turut berada di atas kapal penggelaran.
Selain itu, peggelaran SKKL Rising 8 menggunakan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, CLV Bentang Bahari telah mengantongi sertifikasi lengkap dari Det Norske Veritas (DNV), lembaga lasifikasi maritim internasional. Sertifikasi tersebut mencakup Container Lifting Certified Equipment (CLCE), International Load Line Certificate (ILLC-IC), serta Ballast Water Management Statement of Compliance (BWM-T-SoC).
Kapal sepanjang 94,65 meter dengan kapasitas angkut 2.400 ton kabel ini juga memiliki notasi kelas DNV, antara lain E0 Notation untuk sistem propulsi dan kontrol otomatis, DP Notation (Dynamic Positioning System), serta Cable Ship Notation sebagai kapal khusus penggelaran kabel laut. Sertifikasi dan notasi ini memastikan Bentang Bahari memenuhi standar keselamatan maritim internasional tertinggi dan laya beroperasi untuk mendukung proyek kabel laut berskala besar.
(Rahmat Fiansyah)