MARKET NEWS

Ganti Nama Jadi MDS Retailing, Inilah Sejarah dan Pemilik Toko Ritel Matahari (LPPF)

Kurnia Nadya 22/04/2026 15:45 WIB

PT Matahari Department Store Tbk mengubah namanya menjadi PT MDS Retailing Tbk.

Ganti Nama Jadi MDS Retailing, Inilah Sejarah dan Pemilik Toko Ritel Matahari (LPPF). (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Siapa pemilik toko ritel Matahari? Manajemen PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT MDS Retailing Tbk pada Rabu (22/4/2026). 

Penggantian nama perusahaan ini selaras dengan strategi perseroan yang kini mengelola beragam merek produk fashion dan konsep, sekaligus menandai babak baru dalam transformasi berkelanjutan LPPF untuk menjadi jaringan ritel multi-konsep.

Meskipun nama perusahaan berubah, nama operasional pada toko yang dikelola LPPF tidak berubah. Sehingga dalam kegiatan bisnisnya, toko Matahari Department Store akan tetap beroperasi dengan nama itu. 

Bagaimana sejarah Matahari di Indonesia? Gerai pertama Matahari berdiri pada 1958, didirikan oleh Hari Darmawan. Saat itu, Matahari dibuka dengan luas 150 meter persegi. Pada 1972, barulah Matahari membuka department store modern pertama di Indonesia. 

Melansir Laporan Tahunan LPPF 2025 (22/4/2026), tahun-tahun berikutnya Matahari memperluas jaringan dengan membuka toko-toko baru di luar Jakarta. Pada 1986, PT Matahari Putra Prima akhirnya didirikan untuk pengelolaan jaringan ritel Matahari. 

Matahari melangsungkan pencatatan saham perdana pada 1992 di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Usai melantai di bursa, Matahari Putra Prima berafiliasi dengan PT Pacific Utama Tbk pada 2009. 

Perseroan mengalihkan asetnya ke Pacific Utama dan mulai menggunakan nama PT Matahari Department Store Tbk menyusul spin-off di mana bisnis ritel Matahari dikelola oleh Matahari Department Store, sementara Matahari Putra Prima mengelola FMCG dan bisnis korporat. 

Matahari sempat diakuisisi oleh anak perusahaan Asia Color Company (ACC) Limited, yakni PT Meadow Indonesia. Namun kepemilikan ACC di LPFF tidak berlangsung lama, Meadow secara bertahap melepas saham perseroan. 

Pada 2013, PT Multipolar Tbk (MLPT), bagian dari konglomerasi Lippo Group, masuk sebagai pemegang saham. Sebelumnya, Pacific Utama yang menerima pengalihan aset Matahari, juga merupakan perusahaan terafiliasi dengan Lippo Group dengan nama Lippo Pacific Finance. 

Matahari beberapa kali mengenalkan konsep, rebranding, dan inovasi belanja kepada masyarakat. Mulai dari peluncuran Matahari.com, membuka gerai resmi di platform e-commerce, dan meluncurkan brand-brand fashion baru. 

LPFF meluncurkan brand eksklusif SUKO pada 2023 dan kini disambut positif oleh konsumennya. Saat ini, brand SUKO tersedia di lima gerai Matahari di Jakarta, Bekasi, dan Surabaya. 

Matahari juga telah mengganti logo brand-nya sebanyak empat kali. Hingga 2025, LPFF mengelola lebih dari 140 gerai toko Matahari di Indonesia. Lalu pada April 2026, perseroan kembali mengganti namanya menjadi PT MDS Retailing Tbk. 

Lalu siapa pemilik Matahari saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham PT MDS Retailing Tbk (LPPF). 

Siapa Pemilik Saham Matahari (LPPF)? 

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada April 2026, hingga akhir Maret, pengendali saham LPPF adalah Auric Digital Retail dengan kepemilikan sebesar 960 juta saham, setara 42,51 persen dari total saham terdaftar. 

Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah PT Multipolar Tbk (MLPT) selaku afiliasi pemilik manfaat dengan kepemilikan sebanyak 209 juta saham, setara 9,3 persen. Sedangkan masyarakat menguasai 1,05 miliar saham LPPF, setara 46,81 persen. 

Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham LPPF, atau pemilik perusahaan, adalah Stephen Riady dan Dr. Andy Adhiwana. 

Itulah informasi singkat tentang sejarah dan pemilik toko ritel Matahari (LPPF). 

(Nadya Kurnia)

SHARE